Home » , , , » Komentar-Komentar SOSMED Yang Wajib Di Hindari

Komentar-Komentar SOSMED Yang Wajib Di Hindari


Dunia internet dunia tak ada bisa membendung kecuali kita sendiri yang harus hati-hati. Dalam komunikasi mesti dibangun dengan hangat antar sesama manusia yang memiliki akal sehat. Ada banyak akan kita jumpai beberapa komentar-komentar pedas di dunia internet,karena cukup dengan ketik pakai jari-jari pesan langsung terkirim. Komunikasi komentar yang sembarangan akan memicu konflik pikiran antar pengguna internet. Hingga berhujung kepada permusuhan dan salah kontak hingga saling menyerang dengan tulisan yang hakekatnya semua itu sebagai pengganti lisannya.

Kami ingatkan kembali dalam sebuah ayat yang bunyinya :

مَّا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
(QS. Qaf 50: Ayat 18)
Ayat ini secara langsung mengingatkan kita selaku muslim agar berhati-hati dalam berkomentar di internet. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah menyampaikan pesannya dalam sabdanya :

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْلِيَصْمُتْ


" Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka berkatalah yang baik-baik atau diam ". HR.Bukhari no 6018. Malaikat Raqib dan Atid akan selalu mencatat perkataan kita baik dalam bentuk ucapan lisan maupun tulisan. Jika ucapan atau tulisan baik maka akan selamat,namun jika sebaliknya maka yang akan didapatkan hanyalah kebinasaan dunia dan di akhirat.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan tips dan trik agar kita dianggap selalu beriman kepada Allah dan hari akhir yaitu dengan mengucapkan yang baik atau diam. Terutama saat kita dihadapkan dengan polemik yang akan merugikan kepentingan dunia dan akhirat kita. Dua tips yang beliau ajarkan sangatlah tepat yang berlaku sepanjang zaman. Apalagi zaman kita hari ini, dengan berbagai informasi secepat kilat mamaksa kita untuk berkomentar,apalagi kita tidak puas dengan informasi yang kita terima.

Setan sudah banyak berperan untuk menyesatkan manusia dalam dunia internet. Mendorong mereka untuk berkomentar yang kontra dengan lawannya dengan hembusannya. Setan mengajak kita agar menulis dengan kata-kata yang tak beretika,kotor dan berisi celaan bahkan tulisan yang bernada olokan. Kita digiring olehnya ke jurang dosa yang besar yaitu merobek-robek kehormatan muslim lain. Hingga sesama muslim bermusuhan hingga dengan mudahnya mereka digiring ke neraka oleh Setan. Mahluk ini sebenarnya musuh yang nyata bagi kita wahai saudaraku se muslim. Dialah yang harus kita jadikan musuh dengan cara bersebrangan dengan ajakannya. Makin kita bertakwa dan ikhlas dalam beragama akan menjadi musuh bebuyutannya. Kita mesti lawan dia dengan kekuatan iman,ilmu dan amal. Agar nantinya tidak mudah dihasut olehnya di saat kita berselancar di internet.

Kita harus sadar kembali bahwa tulisan komentar yang bernada positif itu yang prioritaskan. Segala tulisan yang mengandung permusuhan kita tahan dan langsung membuangnya dari pikiran kita. Cukup memberatkan kepala jika kita dapati komentar yang berisi cemoohan,celaan,sindiran, menjelekkan tapi yang kita ingat bahwa tiap tulisan akan dicatat oleh malaikat. Sehingga kitapun mesti berusaha menahan tulisan yang serupa. Namun kita balas dengan tulisan yang hangat atau tidak di balas alias diam. Inilah kunci kesuksesan bagi tiap muslim yang hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Terbukti dari pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masih sangat relevan di zaman sekarang ini hingga hari terakhir kehidupan dunia.

Berikut sebagian tulisan komentar dari pengguna internet yang wajib kita hindari saat berkomentar di dunia maya :

iniah kemuunduran jkt saat ini, gmn mau maju orang pemimpinya cma bsa pamer app, pdhl itu sdh ada jmanya (...)...di jaman ahok banjir ttp ada tp tdk separah ini...(...) hny bsa ngeles...pdhl bnjir sdh 50 cm di blg 5 cm....parah luu...

pinter warga nya bodoh wagabener nya! sama2 gak jelas!

mundur kotanya strees warganya..............jkt58



tenang-tenang ntar kita suruh pasukan langit untuk kirim banjirnya kembali ke langit..
pelajaran yang bisa di petik adalah....kalo mau nyalonin next pilkada 5 tahun lagi cukup modalin nasi bungkus ajah....pasti bisa dpt 58% suara....nasi bungkuuuuuuuussssssss....memang josssssss!!!!
Dan komentar yang semisalnya yang identik dengan penghasutan dan komentar yang menjatuhkan martabat dan kehormatan orang lain. Komentar juga salah satu dakwah, bagi yang positif tidak mengandung celaan,gunjingan, penjatuhan kehormatan maka komentarnya jika diikuti oleh orang lain, iapun akan mendapat pahala dari orang mengikuti tanpa mengurangi pahalanya. Demikian jika komentar yang bernada provokasi, celaan, gunjingan dan yang semisalnya apabila diikuti orang lain, maka dengan sendirnya ia akan mendapat dosa dari orang yang mengikuti komentarnya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ 
مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

" Barang siapa yang menunjukan satu kebiasaan yang BAIK dalam Islam maka baginya pahala dan baginya pahala dari orang yang mengamalkannya karena ajakannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengikuti ajakannya,dan Barang siapa yang menunjukan satu kebiasaan yang BURUK dalam Islam maka baginya DOSA dan baginya DOSA dari orang yang mengamalkannya karena ajakannya tanpa mengurangi DOSA orang yang mengikuti ajakannya ".HR. Muslim no 1017

Hadits di atas sebuah penegasan atas jerih payah orang berkomentar yang baik dan komentar yang buruk. Islam mengajarkan kita agar bersikap baik dalam setiap lini kehidupan dan jika tidak bisa melakukan yang baik maka dianjurkan diam disaat kondisi tertentu terutama saat kita tidak ada kata-kata yang membangun orang lain dalam bertindak yang positif. Berbicara melalui internet cukuplah ringan tapi resiko yang ditanggung sangatlah berat bagi dirinya maupun yang membacanya. Boleh jadi kita jadi terkena musibah gara-gara didoakan yang jelek dari muslim lain karena komentar negatif tentangnya. Yang pada akhirnya ia mengadu kepada Allah atas kezaliman ucapan kita di internet. Dan doa yang terzalimi tidak ditolak oleh Allah ta'ala.

LEBIH BAIK DIAM ATAU BERKATA YANG BAIK-BAIK 


Thanks for reading & sharing Sajian Guru Blogger

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

Cari Info

Ikuti Info Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
  • ()

Label

Total Tayangan

Post Populer

Ikuti Blog Ini