Home » » 7 hal yang Wajib Dilakukan Setelah Mengucapkan Kalimat Syahadat Laailaaha illallahu

7 hal yang Wajib Dilakukan Setelah Mengucapkan Kalimat Syahadat Laailaaha illallahu


Seorang yang mengucapkan dua kalimat syahadat 'Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah' belum berhenti sampai di situ saja. Ada yang mesti dilakukan oleh muslim tersebut agar imannya tidak keluar dari hatinya. Emang sangat mudah mengucapkan dua kalimat syahadat karena tanpa biaya dan tenaga yang kuat. Namun bagi kalangan yang notabennya selain muslim yang ingin masuk islam,biasanya sudah mempersiapkan dengan segala konsekuensi dari pihak keluarganya. Baik tekanan maupun tindakan yang mengarah kepada jiwa dan raga. 

Berbeda dengan kita yang sudah lama menjadi muslim sudah dari orang tua, sudah pasti konsukuensi dari keluarga yang notabennya sudah muslim tidak begitu bermasalah. Namun ada hal yang jadi masalah jika kita tidak melakukan beberapa hal berikut setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Apa saja yang harus kita lakukan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat :

Berilmu 

Orang yang sudah mengucapkan saya bersaksi bahwa tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah, berarti ia harus mengetahui mana sesembahan yang boleh disembah dan haram disembah. Orang sudah masuk Islam tidak boleh lagi menyembah selain Allah ta'ala. Sebagaimana ayat menjelaskan " Maka ketahuilah bahwa tiada tuhan yang layak disembah melainkan Allah" Dan yang dimaksud berilmu adalah meniadakan kebodohan. Dengan mengetahui dengan hati mereka apa yang dinyatakan melalui lisan mereka. Orang yang mengetahui dengan benar bahwa tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah maka ia akan masuk surga saat meninggal dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : Barang siapa yang mati dalam keadaan berilmu bahwa tiada tuhan yang layak disembah kecuali kepada Allah, maka ia masuk surga " 
وفي الصحيح عن عثمان رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "من مات وهو يعلم أنه لا إله إلا الله دخل الجنة " .


Yakin
Seseorang saat mengucapkan kalimat laa ilaaha illallahu meyakini apa yang terkandung di dalamnya dengan penuh keyakinan. Karena iman itu tidak akan cukup kecuali dengan ilmu yakin bukan dengan ilmu sangkaan, lebih-lebih jika didasari dengan keraguan. Allah ta'ala berfirman :

" Sesunnguhnya orang-orang beriman yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka tidak ragu dan berjihad dengan harta-harta mereka dan jiwa mereka dijalan Allah, mereka itulah orang-orang yang jujur" Dari ayat ini disimpulkan bahwa orang yang ragu keimanannya termasuk orang munafik.

Menerima
Sikap menerima syariat ternyata tidak semua bisa melakukannya Karen ada sifat kesombongan dalam diri seseorang. Allah mengazab suatu kaum juga karena kesombongan mereka saat disampaikan kebenaran. Mereka orang kafir memandang remeh saat disampaikan kalimat laa ilaaha illallahu sebagaimana ayat :
إنهم كانوا إذا  قيل لهم لا إله إلا الله يستكبرون ويقولون أئنا لتاركوا آلهتنا لشاعر مجنون

 "Sesungguhnya mereka apabila dikatakan bagi mereka tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah mereka serta merta menyombongkan diri sambil berkata :kita tinggalkan tuhan-tuhan kita untuk sekedar mengikuti seorang penyair yang gila! 

أجعل الآلهة إلهاً واحداً إن هذا لشيءٌ عجاب 

Merek juga mengatakan " Apakah dia menjadikan beberapa tuhan menjadi satu tuhan,sesungguhnya ini suatu hal yang aneh ". Itulah bukti dari sifat sombong jika melekat pada diri seseorang, jika disampaikan kebenaran malah ia membantah dengan komentar yang sinis. Maka kita mengetahui dari komentar seseorang saat dibawakan kepadanya sebuah ayat atau hadits nabi jikalau ia meremehkan atau membantah dengan komentarnya

Tunduk
Salah satu yang harus dilakukan setelah bersaksi bahwa tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah ialah bersikap tunduk atau patuh kepada Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tanpa minta diringankan. Dengan bersyahadat bahwa siapa saja yang menyerahkan diri kepada Allah ,maka ia telah berpegang teguh dengan tali yang kokoh.


ومن يُسلم وجهه لله وهو محسن فقد استمسك بالعروة الوثقى

" Dan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedangkan ia berbuat baik maka sungguh ia telah berpegang denga tali yang kokoh " ,Tali yang kokoh maksudnya ialah kalimat laa ilaaha illallahu. Maksud ayat tersebut ialah siapa saja yang menyerahkan dirinya atau tunduk,sedangkan ia orang yang bertauhid maka ia telah berpegang dengan tali laailaaha illallahu, adapun yang tidak demikian maka tidak disebut orang yang bertauhiddan tidak berpegang dengan tali laa ilaaha illallahu, ini adalah makna ayat " Dan baramg siapa yang kufur maka janganlah membuatmu bersedih hati, kepada Kamilah mereka akan kembali, lalu Kami beritahu apa yang telah mereka kerjakan"
Ada sebuah hadits yang menyatakan kriteria yang di atas  yaitu :


لا يُؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعاً لما جِئت به

" Tidaklah salah satu kalian beriman, hingga hawa nafsunya tunduk mengikuti apa yang saya bawa " Pada kondisi ini Anda telah berada pada kesempurnaan ketundukan dan kepatuhan.


Jujur
Ini salah satu sikap juga yang wajib dilakukan oleh seorang muslim yang mengaku bersyahadat laa ilaaha illallahu. Yaitu jujur yang meniadakan kedustaan. Bagaiamana jujur dalam bersyahadat, yaitu dengan ia mengucapkan kalimat syahadat tersebut dengan kejujuran dari hatinya yang melekat pada lisannya. Allah berfirman :


 أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ) 

" Apakah manusia mengira ditinggalkan begitu saja mengucapkan kami Beriman namun belum diuji, sungguh telah Kami uji orang-orang sebelum mereka, dengan itu Allah mengetahui orang-orang yang jujur dan orang-orang yang dusta "


وقال في شأن المنافقين الذين قالوها كذباً ( ومن الناس من يقول آمنا بالله وباليوم الآخر وما هم بمؤمنين 

Telah ada sebuah bukti pengakuan orang munafik padahal apa yang diucapkannya hanyalah kedustaan. Ayatnya ialah pada surat al-Baqarah yang artinya :
" Dan diantara manusia ada yang mengucapkan, kami telah beriman kepada Allah dan hari akhir, padahal mereka tidak beriman". Kalimat seperti ini sama halnya jika ada seseorang ditanya apakah Anda beriman kepada Allah dan hari akhir, iapun lantas menjawab saya telah beriman walaupun Allah mengetahui yang ada hatinya tidak ada keimanan sama sekali. Dalam perkara kemunafikan kita tidak bisa menghukumi orang tersebut adalah munafik, kita hanya sekedar mengetahui tanda-tandanya saja. Perkara hati ada di tangan Allah yang tahu. Maka kita jangan gampang sekali memberi label kemunafikan pada seseorang karena perkara ini merupakan tanggungan Allah bukan tanggung jawab kita dalam menentukan seseorang bisa dikatakan munafik atau tidak. Yang jelasnya kita harus berlindung dari sifat kemunafikan yang hanya cuma mengaku muslim tapi sangat jauh dari ajaran Islam sehingga ditakutkan akan terjerumus dalam kemunafikan.
Allah menyinggung orang munafik bahwa mereka sendiri tidak merasakan ada kemunafikan dalam dirinya. Allah berfirman :


يخادعون الله والذين آمنوا وما يخدعون إلا أنفسهم وما يشعرون . في قلوبهم مرض فزادهم الله مرضا ولهم عذاب أليم بما كانوا يكذبون 

" Mereka mencoba menipu Allah dan orang-orang beriman (dengan pengakuannya) padahal merekalah yang tertipu melainkan mereka itu tidak merasakan. Pada hati mereka ada sebuah penyakit, lalu Allah tambahkan penyakitnya dan mereka mendapat azab yang pedih karena apa yang mereka telah dustakan ". Inilah bentuk gambar kedua dari sifat munafik, yaitu mereka mencoba menipu Allah dan orang-orang beriman saat mereka disekitar kita. Apa maksud tujuan mereka itu menipu kita tidak lain melainkan karena tujuan dunia dan keuntungan belaka dari orang-orang beriman.
Demikian

Ikhlas
Sikap ini juga yang wajib dimiliki oleh tiap individu yang sudah menyatakan telah bersyahadat laa ilaaha illallahu. Ikhlas artinya membersihkan amalan dari segala noda kesyirikan. Allah ta'ala berfirman :
" Ingatkah bahwa milik Allah lah agama yang bersih" dan Allah berfirman juga pada ayat lain :
" Katakanlah, Allah aku menyembahNya dengan ikhlas pada agamaku ". Dan pada hadits dikabarkan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
" Manusia yang bahagia dengan syafaatku nanti ialah orang yang mengucapkan laa ilaaha illallahu dengan ikhlas di hatinya atau jiwanya ". HR. bukhari no 99.

Kecintaan
Dengan kecintaan kita dengan sepenuh hati kepada Allah azza wa jalla akan mendapatkan kecintaan juga dari Allah ta'ala. Orang-orang musyrik juga mencintai berhala-berhala mereka dengan dibuktikan berupa usaha merawat dan menyembahnya walaupun berhala itu tidak bisa memberi manfaat apa-apa pada diri mereka. Karena sudah mendarah daging keyakinan seperti itu akhirnya menjerumuskan mereka kepada kesesatan nyata dengan mencintai berhalanya.
Diantara kaum musyrik mereka telah membuat tandingan dengan Allah dan mereka mencintai tandingan tersebut sebagaimana mereka mencintai Allag dan orang-orang beriman dengan kecintaan yang sangat. Mereka menyangka bahwa kecintaanya tidak menjadikannya tergolong orang musyrik dalam masalah kecintaan bersamaNya.
Dalam sebuah hadits diberitakan dari Anas, ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

،  " لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده ووالده والناس أجمعين " .
" Tidaklah kalian beriman hingga aku lebih dicintai olehnya dari pada anaknya, orang tuanya dan semua manusia "
Allah lebih tahu..

Thanks for reading & sharing Sajian Guru Blogger

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

Cari Info

Ikuti Info Terbaru

Powered by Blogger.
  • ()
  • ()
Show more

Labels

Total Tayangan

Post Populer

Ikuti Blog Ini