Home » , , » Kenapa Engkau Biarkan Istri & Anak Perempuanmu Telanjang

Kenapa Engkau Biarkan Istri & Anak Perempuanmu Telanjang


Menutup aurat sebuah kewajiban bagi tiap muslim..namun mengapa ada yang mengaku beriman kepada Allah  ta'ala tapi perkara pakaian terlalu menggampangkan atau meremehkan. Hanya sekedar menggenakan pakaian seadanya, tidak memandang dirinya pakah pakaiannya sesuai syariat atau tidak. Kenapa yang perkara ini masih dilanggar oleh seseorang yang mengaku muslim, tapi perkara pakaian tidak memperdulikan. Ia masih memperdulikan dengan pakaian mode yang tipis , ketat dan bermotif. Sehingga menampakan bagian yang tidak boleh ditampakkan dalam syariat. Apa sih yang melatarbelakangi seseorang tidak menggenakan pakain syar'i, tidak lain melainkan karena kurang taat dan tunduk kepada Allah dengan ilmu yang minim. 

Menjaga diri dan keluarga sebuah tugas wajib yang mesti dibuat oleh tiap individu muslim. Seorang muslim dalam berpakain memiliki mode sendiri tidak suka mengikuti gaya-gaya pakaian kafirin yang syarat dengan pakaian ketat dan tipis. Muslim harus menampakan corak sendiri sebagai muslim  yaitu dengan menggenakan pakaian yang longgar dan tebal dengan memilih warna yang tidak mengundang hawa nafsu laki-laki. Pakaian adalah bagian kebutuhan yang harus dipenuhi oleh tiap individu manusia, namun jika kita mengaku muslim, maka pakaian kitapun harus pakaian sesuai syariat. Jangan ada yang mengatakan dari kita : Hati saya belum  baik, maka saya belum bisa berpakain syariat". Ucapan ini sangat membahayakan, karena menggenakan pakaian syariat sebuah kewajiban bukan menunggu hati baik. Bersifat mutlak harus berpakaian yang syariat, adapun pelaksanaannya sesuai kemampuan dari masing-masing. Pakaian syariat tidak harus dibeli dengan harga mahal namun jika telah sesuai syariat pakaian tersebut maka sudah dinilai cukup.

Maka renungilah wahai para suami, ayah, saudara laki-laki yang memiliki istri, saudara perempuan, maupun anak perempuan.

Jika Anda seorang suami dan ayah...

Wahai sang suami/ ayah kenapa Anda sering menyelimuti mobilmu dari panas dan hujan , tapi mengapa Engkau biarkan istrimu dan anak perempuanmu terpanggang panasnya api nereka !!!

Engkau pula jaga rumahmu dan hartamu dari kehilangan agar tetap ada dan terjaga, tapi mengapa Engkau biarkan istrimu dan putrimu tidak dijaga dari malaikat-malaikat yang kasar lagi keras di neraka !!

Engkau hamburkan uang begitu banyak untuk memanjakan kulit mereka , memberi mewangian untuk mereka, tapi kenapa engkau jadikan mereka sebagai ajang pameran untuk orang lain yang mudah dilihat orang lain dengan bebas padahal orang lain itu bukan mahramnya.

Kenapa pula engkau biarkan anak perempuanmu dan istrimu menjadi bahan kayu bakar di neraka..alangkah celakanya Engkau membiarkan istri dan anak perempuanmu dalam kubangan maksiat..Engkau juga tahu bahwa semua itu akan membuat kalian semua masuk ke dalam api nereka Allah yang sangat panas...

Tapi , kenapa Engkau masih juga membiarkan mareka ...

Ingatlah firman Allah ta'ala untukmu wahai suami dan ayah.. :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras.” [At-Tahrim: 6]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

أي: مروهم بالمعروف، وانهوهم عن المنكر، ولا تدعوهم هملا فتأكلهم النار يوم القيامة

“Maknanya: Perintahkan keluargamu untuk berbuat baik, larang mereka dari kemungkaran dan jangan membiarkan mereka sia-sia (tanpa diperintah dan dilarang) sehingga api neraka memakan mereka di hari kiamat.” [Tafsir Ibnu Katsir, 5/240]

Dan termasuk sebesar-besarnya perintah berbuat baik adalah memerintahkan istri dan anak perempuan untuk menutup aurat, dan sebesar-besarnya kemungkaran yang harus dilarang adalah tabarruj; bersolek dan mengumbar aurat di jalan-jalan hingga di media-media.

📋 KRITERIA PAKAIAN WANITA MENURUT SYARI'AT

1) MENUTUPI SELURUH TUBUH

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” [Al-Ahzab: 59]

Allah ta’ala juga berfirman,

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” [An-Nur: 31]

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,

يرحم الله نساء المهاجرات الأول، لما أنزل الله: {وَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ} شقَقْنَ مُرُوطهن فاختمرن به

Semoga Allah ta’ala merahmati wanita-wanita sahabat muhajirin generasi pertama, ketika Allah ta’ala menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” (An-Nur: 31) maka para wanita tersebut segera memotong kain-kain mereka lalu mereka berkerudung dengannya.” [HR. Al-Bukhari]

Pelajaran Penting:

Pertama: Menutup aurat (berhijab) bagi wanita muslimah dilakukan dengan dua cara:

1. Mengenakan pakaian muslimah (Al-Ahzab: 59, An-Nur: 31).

2. Berdiam diri di rumah (Al-Ahzab: 33).
[Lihat Hirosatul Fadhilah, hal. 33]

Kedua: Wanita muslimah diwajibkan mengenakan minimal dua pakaian:

1. Jilbab, yaitu pakaian yang menutupi seluruh tubuh (Al-Ahzab: 59).

2. Kerudung, yaitu pakaian yang menutupi dari kepala sampai ke dada (An-Nur: 31).
[Lihat Hirosatul Fadhilah, hal. 33-34]


Ketiga: Lihatlah teladan para sahabat wanita Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika mendapatkan perintah untuk menutup aurat, maka mereka pun bersegera melakukannya, tanpa menolaknya sedikit pun, dan tanpa membuat-buat alasan untuk menundanya. Mereka lakukan itu dalam rangka taat kepada Allah ta’ala, bukan untuk sesi pemotretan, pencitraan atau bahan berita media.

2) BUKAN PERHIASAN DAN TIDAK MENARIK PERHATIAN KAUM PRIA 

Tidak boleh mengenakan pakaian yang memiliki hiasan-hiasan, motif-motif, logo-logo dan yang semisalnya, karena tujuan pakaian syar’i bagi muslimah adalah untuk menutupi perhiasannya, bukan malah mempercantik dan menarik dipandang. Allah ta’ala berfirman,

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ

”Dan janganlah mereka (kaum wanita) menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka, atau kepada ayah-ayah mereka, atau kepada ayah-ayah dari suami-suami mereka…” [An-Nur: 31]

3) TIDAK KETAT, TIDAK TIPIS DAN TIDAK TEMBUS PANDANG

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَ

Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, satu kaum yang selalu bersama cambuk bagaikan ekor-ekor sapi, dengannya mereka memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka berjalan dengan melenggak-lenggok menimbulkan fitnah (godaan). Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk ke dalam surga. Dan mereka tidak akan mencium baunya. Dan sungguh bau surga itu bisa tercium dari jarak demikian dan demikian”. [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

4) TIDAK MENGENAKAN HARUM-HARUMAN

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ وَكُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ

Siapa saja wanita yang memakai wewangian lalu ia melewati kaum lelaki sehingga mereka mencium harumnya, maka dia adalah (seperti) wanita pezina, dan setiap mata yang memandangnya telah berzina.” [HR. An-Nasai dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, Shahih An-Nasai: 5141]

Al-Munawi rahimahullah berkata,

(وكل عين زانية) أي كل عين نظرت إلى محرم من امرأة أو رجل فقد حصل لها حظها من الزنا

Dan setiap mata yang memandangnya telah berzina, maknanya adalah, setiap mata yang melihat kepada yang haram, apakah laki-laki melihat wanita, atau wanita melihat laki-laki, maka ia telah mendapatkan bagiannya dari zina.” [Faidhul Qodir, 3/190]

5) TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA KAFIR ATAU FASIK 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ


Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahih Al-Jaami’: 6149]


6) TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI

Sahabat yang mulia Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, dan wanita yang menyerupai laki-laki.” [HR. Al-Bukhari]

7) BUKAN PAKAIAN KETENARAN

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ

Barangsiapa mengenakan pakaian ketenaran di dunia, maka Allah akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan pada hari kiamat.” [HR. Ibnu Majah dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, Shahih Ibni Majah: 2922]

Ibnul Atsir rahimahullah berkata,

وَالْمُرَاد أَنَّ ثَوْبه يَشْتَهِر بَيْن النَّاس لِمُخَالَفَةِ لَوْنه لِأَلْوَانِ ثِيَابهمْ فَيَرْفَع النَّاس إِلَيْهِ أَبْصَارهمْ وَيَخْتَال عَلَيْهِمْ بِالْعُجْبِ وَالتَّكَبُّر

Maksudnya adalah pakaiannya terkenal di tengah-tengah manusia karena warnanya yang berbeda dengan pakaian-pakaianmereka, maka orang-orang pun selalu melihat kepadanya, sehingga ia bangga atas mereka dengan sifat ‘ujub (kagum terhadap dirinya, lupa bahwa nikmat itu dari Allah) dan sombong.” [‘Aunul Ma’bud, 9/1035]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


Sumber :

Thanks for reading & sharing Sajian Guru Blogger

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

Cari Info

Ikuti Info Terbaru

Powered by Blogger.
  • ()
  • ()
Show more

Labels

Total Tayangan

Post Populer

Ikuti Blog Ini