Tafsir surat al-Bayyinah


بسم الله الرحمن الرحيم
Surat al-Bayyinah
Tafsir Alqurthubi dikatakan di sana bahwa surat ini adalah surat Makkiyah menurut pendapat Yahya bin Salam. Dan surat ini disebut juga surat madaniyah menurut pendapat Ibnu Abbas dan para ulama jumhur. Surat ini terdiri dari 9 ayat.

Ayat ke-1 :

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
"Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,"

***Penjelasan Tafsir ayat ke-1
menjelaskan bahwa orang-orang kafir dari Kalangan Yahudi dan Nashroni serta orang-orang Musyrik yang semisal dengan mereka tidak akan berhenti dari kekufuran dan kekesatan mereka. Bahwa mereka akan tetap dalam kesesatan selama mereka dalam kekufuran hingga datang kepada mereka bukti yang jelas. Tidaklah mereka tersesat dalam kurun selama bertahun-tahun melainkan karena kekufuran sikap mereka.

Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang Ahlul Kitab pada ayat tersebut ? Di dalam tafsir al-Qurthuby bahwa Ibnu Abbas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ' Ahlul Kitab' adalah orang Yahudi yang tinggal di Yatsrib, mereka itu Yahudi Bani Quraidhah dan Bani Nadhir dan Bani Qaynuqa. Sedangkan orang-orang musyrik ialah orang-orang yang tinggal di Makkah dan sekitarnya dan yang tinggal di Madinah dan sekitarnya, mereka itu adalah orang-orang muysrik Quraisy.

Ayat ke-2 :

رَسُولٌ مِّنَ اللَّهِ يَتْلُوا صُحُفًا مُّطَهَّرَةً
"(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an),"

***Penjelasan Tafsir ayat ke-2
Di dalam tafsir at-Thabary dijelaskan bahwa rasul tersebut membacakan suhuf yang bersih dari kebathilan. Imam Qatadah mengatakan bahwa rasul tersebut menyebutkan al-Quran dengan penyebutan yang terbaik dan menyanjungnya dengan sebaik-baik sanjungan.

Ayat ke-3 :

فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ
" Di dalamnya terdapat isi kitab-kitab yang lurus "

***Penjelasan Tafsir ayat ke-3
Bahwa rasul tersebut mengatakan bahwa di dalam mushaf yang suci adalah dari Allah yang isinya adil lagi lurus tidak ada kesalahan di dalamya karena ia berasal dari Allah.

Ayat ke-4 :

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ
"Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata."

***penjelasan Tafsir ayat ke-4
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang diberikan alkitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani. Mereka telah dikategorikan oleh ayat sebagai kelompok yang berpecah belah tanpa kelompok lain sekalipun mereka itu berkumpul bersama-sama dengan orang-orang kafir. Disebabkan selain mereka(Yahudi dan Nasrani) dimungkinkan yang tidak diberi alkitab mengetahui sehingga disaat Yahudi dan Nasrani berpecah-belah kelompok selain mereka bisa saja masuk dalam kategori sifat ini.

Kenapa mereka dikatakan berpecah-belah ? Yaitu di saat keterangan yang jelas kepada mereka yang dibawakan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berupa alQuran yang isinya sesuai dengan apa yang ada di tangan mereka yaitu sesuai dengan alkitab baik sifat dan maupun ciri-cirinya. Mereka juga sama-sama bertemu dalam kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Akan tetapi saat beliau diutus menjadi nabi mereka malah mengingkari kenabiannya dan merekapun berpecah-belah dalam pandangan. Diantara mereka ada yang malah kafir dengan dibarengi sikap dengki yang mendalam dan diantara mereka ada yang beriman dengan beliau.

Ayat ke-5 :


وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ  ۚ  وَذٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)."

Pada ayat ini terdapat 3 masalah yang mesti diketahui :
*Pertama : pada kata ' Dan mereka diperintahkan' maksudnya mereka orang-orang kafir itu diperintah di dalam Taurat dan Injil hanya untuk beribadah kepada Allah dengan cara mentauhidkanNya. Dan 'Lam' pada kata liya'buduu bermakna seperti pada ayat :

يُرِيْد اللهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ
" Allah hendak menjelaskan kepada kalian ". Dan mereka hendak memadamkan cahaya Allah dan kita semuanya diperintah agar menyerahkan diri kepad Tuhan semesta alam. Sesungguhnya mereka diperintah Allah agar menyembahNya dengan hati yang ikhlas saat beribadah kepadaNya. Dan diantara perintah agar ikhlas dalam beribadah pada ayat :
قُلْ إِنِّيْ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللهَ مُخْلِصِيْنَ
" Katakanlah aku diperintah agar menyembah Allah dengan ikhlas " QS.
Pada ayat ini menunjukan sebuah kewajiban niat dalam beribadah, sesungguhnya keikhlasan itu suatu perbuatan hati yang hanya menginginkan wajah Allah ta'ala tidak menginginkan yang selainNya.

*Kedua : firmanNya 'hunafa' ialah orang-orang yang condong kepada Islam dari semua keyakinan atau agama . Ibnu Abbas berkata : Hunafa itu berada di atas agama Ibrahim alaihis salam. Ada yang mengatakan : haniif ialah orang yang berhitan dan berhaji, pendapat ini dikatakan oleh Said bin Jubair. Para ahli bahasa menyebutkan bahwa asal kata tersebut berasal dari tahannafa ilal islam yaitu condong kepadanya.

*Ketiga : firman Allah ' wa yuqiimus sholah' maknanya mereka mengerjakan shalat dengan batasan waktunya, makna ' wa yu'tuz zakaata ' maknanya mereka memberikan sesuai tempatnya. Dan makna 'Wadzalika diinul Qayyimah' maknanya inilah agama yang diperintahkan kepada mereka yaitu agama yang lurus. Az-Zujaj berkata : Itulah agama yang lurus. Ada juga yang mengatakan agama yang benar.

Ayat ke-6 :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ  ۚ  أُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

"Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk."

***Penjelasan Ayat ke-6
Allah mengabarkan tentang tempatnya orang-orang jahat dari kelompok Ahlul kitab dan orang-orang musyrik yang senantiasa menyelisihi isi kitab Allah yang diturunkan dan yang selalu menyelisihi para nabi Allah yang diutus. Mereka itu disebabkan perilaku mereka bahwa mereka itu pada hari kiamat dicampakkan ke dalam api Jahannam dengan kekal. Mereka akan menempati Jahannam yang tidak bisa lepas darinya dan tidak pula bisa keluar. Mereka (ahlul kitab dan orang-orang musyrik seburuk-buruk mahluk yang Allah telah ciptakan.

Ayat ke-7 :

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ أُولٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
"Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk."

***Penjelasan ayat ke-7
Kemudian Allah ta'ala kabarkan keadaan orang-orang yang berbuat kebaikan,mereka itu yang beriman dengan hati mereka serta beramal shaleh melalui anggota tubuh, dengan sebab itu mereka disebut manusia terbaik. Dengan ayat ini Abu Hurairah semoga Allah meridhainya dan sekelompok ulama menjadikan ayat ini sebagai dalil tentang keutamaan orang-orang beriman dari manusia yang berada di atas para malaikat berdasarkan ayat ' mereka itu sebaik-baik manusia'

Ayat ke-8 :

جَزَآؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا  ۖ  رَّضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ  ۚ  ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُ 

"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya."

***Penjelasan ayat ke-8
Apa yang mereka lakukan berupa amal shalih akan dibalas pada hari kiamat yaitu dengan diberikan tempat berupa Surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan hidup kekal abadi tidak ada terputus-putus, tidak pula ada tertunda dan tidak pula ada waktu kosong. Tempat ini adalah yang diridhai oleh Allah dengan nikmat yang sangat besar dengan kenikmatan yang abadi. Dan mereka juga ridha dengan apa yang diberikan oleh Allah berupa nikmat dan keutamaan. Semua ini sebagai balasan hasil bagi orang-orang yang takut kepada Allah sebenar-benarnya. Dan bagi orang-orang yang menyembahNya seakan-akan ia melihatnya walaupun hamba tersebut sama sekali tidak bisa melihatnya, akan tetapi Allah melihatnya.

Imam Ahmad berkata : Ishaq bin Isa mengabarkan kepada kami, Abu Ma'syar dari Abu Wahb (budak yang dibebaskan oleh Abu Hurairah)  dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam " Maukah kalian saya kabarkan manusia terbaik ? Mereka menjawab : ya wahai Rasulullah, beliau bersabda : " Seseorang yang mengambil tali kekang kudanya di jalan Allah tiap kali ada suara yang mengelegar dan menakutkan ia tetap di atas kudanya, Maukah kalian saya kabarkan manusia yang terbaik ? Mereka menjawab : ya wahai Rasulullah, beliau bersabda : " Seseorang yang berada di kerumunan kambing dari kambingnya, ia mendirikan shalat dan membayar zakat. Maukah kalian saya kabarkan manusia terburuk ? Mereka menjawab : Ya, beliau menjawab : " Dia adalah yang diminta oleh Allah, namun ia tidak memberinya". HR. Ahmad no 9142.


Jangan Lewatkan untuk komentar & berbagi ilmu





Thanks for reading & sharing Sajian Guru Blogger

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

Cari Info

Ikuti Info Terbaru

Powered by Blogger.
  • ()
  • ()
Show more

Labels

Total Tayangan

Post Populer

Ikuti Blog Ini