Home » » Dimana saja Anda Berada Jangan Tinggalkan Masjid Saat Azan Berkumandang

Dimana saja Anda Berada Jangan Tinggalkan Masjid Saat Azan Berkumandang

Seorang muazzin berkumandang : Allahu akbar allahu akbar.. (Allah Maha Besar..Allah Maha Besar)  Kalimat azan di atas sering kita dengar lima kali sehari. Baik saat berada di kantor, sawah, apartemen, hotel, wisma, bis, mobil atau dimanapun kita berada. Suara azan itu terus berkumandang tak berhenti-henti dari satu tempat ke tempat selanjutnya.    Allahu akbar Allahu Akbar..memaksa kita mengakui Dialah yang patut taat. Tidak ada yang besar kekuasannya selain Allah. Dialah yang mengatur alam jagad raya.  Seberapa keperkasaannya Zat Yang Maha ini. Hingg bisa mengatur alam jagad raya ini. Tentu tak ada yang menandingiNya. Maka pantaslah dalam kalimat Azan terdapat kata 'Allahu Akbar, Allahu Akbar..    Azan merupakah salah satu kalimat tauhid yang layak diperhatikan oleh semua muslim. Seberapa besar kita termotivasi itu terletak pada pemahaman seseorang terhadap azan. Jika ia mengagungkan kalimat tersebut maka segala aktivitasnya akan dianggap kecil dan rendahan. Namun jika ia menganggap azan hal yang kecil, maka ia akan menganggap pekerjaan yang digelutinya pada jam tersebut menjadi mulia di hadapannya.    Kita tidak ingin masuk dalam kategori yang sedikit mengingat Allah, terutama saat azan dikumandangkan di telinga kita. Coba kita perhatikan pada kalimat azan berikut :    **Allahhu akbar...Allahu Akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar )  ** Asy hadu Alla ilaa ha illa llahu ( Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah )  ** Asy hadu anna muhammadar rasulullah ( Aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah )  ** Hayya alas shalah.. ( Mari berangkat shalat )  ** Hayya alal falah.. ( Mari menuju kemenangan )  ** Allahu akbar.. allahu akbar ( Allah Maha Besar..Allah Maha Besar )  ** Laa ilaaha illallahu ( Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah ).    Jika kita renungi kalimat azan pada kalimat yang pertama :  ** Allahu Akbar .  Allahu Maha Besar. Kalimat ini mengisyratkan bahwa Dialah yang paling berkuasa atas alam ini semuanya. Tidak ada bandingannya pada kekuasaanNya. Saat kalimat tersebut diucapkan pertama kali, memerintakan kita untuk segera meninggalkan pekerjaan duniawi yang dianggap kecil di sisi Allah. Saat kita mendengar kalimat ini (Allahu Akbar) mestinya seseorang tahu bahwa dirinya hanyalah manusia, bukan Penguasa Alam.    Saat itu juga kita tinggalkan aktivitas duniawi dalam rangka menyahut panggilan azan ini melalui kalimat pertamanya. Tak ada yang berharga sama sekali saat kita mendengar kalimat Allahu Akbar masih sibuk dengan urusan dunia. Tidak ada yang besar urusannya melainkan shalat berjamaah dimasjid atau mushalla. Di sanalah kita mengagungkan Tuhan alama semesta ini. Dialah yang layak kita agungkan bukan dunia yang tak abadi. Seringnya kita melepaskan dunia dengan segera saat azan tiba. Itu bertanda bahwa kita sedang mengagungkan Allah.    Saat azan terdengar di telinga, hendaklah kita memyimaknya dengan baik dan menjawabnya. Ini merupakan perintah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana beliau bersabda :  عَنْأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِذَاسَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ   " Dari Abu Said al-Khuzri bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Apabila kalian mendengar azan maka katakanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazzin " HR. Bukhari 611, Muslim no 383, Tirmidzi no 208, an-Nasai no 673, Abu Dawud no 522, Ibnu Majah no 720 dan Ahmad no 11020.    Terlepas dari perbedaan dari para ulama tentang hukum mendengarkan azan, jika dilihat pada sisi makna dan kandungan azan. Pantaskah kita mengabaikannya ? tentu tidak bukan. Semestinya kita mendengarkan dengan baik kalimat-kalimat yang diucapkan oleh muazzin. Mudah-mudahan telingan yang kita dengarkan dari lafadz azan menjadi syafa'at kelak pada hari kiamat.    Sungguh mulia semua kalimat azan tersebut. Sebagai tanda orang beriman adalah senang mendengar hal-hal yang baik, seperti azan. Kalimat azan sering dilantunkan 5 kali sehari semalam. Dari ujung barat Indonesia hingga ujung timurnya terus menerus kalimat azan ini dilantunkan. Terus-menerus juga muazzin menyuarakan azan di masjid-masjid. Mereka para muazin tidak bosan-bosannya menyerukan panggilan shalat untuk kaum muslimin.

Seorang muazzin berkumandang : Allahu akbar allahu akbar.. (Allah Maha Besar..Allah Maha Besar)
Kalimat azan di atas sering kita dengar lima kali sehari. Baik saat berada di kantor, sawah, apartemen, hotel, wisma, bis, mobil atau dimanapun kita berada. Suara azan itu terus berkumandang tak berhenti-henti dari satu tempat ke tempat selanjutnya.

Allahu akbar Allahu Akbar..memaksa kita mengakui Dialah yang patut taat. Tidak ada yang besar kekuasannya selain Allah. Dialah yang mengatur alam jagad raya.  Seberapa keperkasaannya Zat Yang Maha ini. Hingg bisa mengatur alam jagad raya ini. Tentu tak ada yang menandingiNya. Maka pantaslah dalam kalimat Azan terdapat kata 'Allahu Akbar, Allahu Akbar..

Azan merupakah salah satu kalimat tauhid yang layak diperhatikan oleh semua muslim. Seberapa besar kita termotivasi itu terletak pada pemahaman seseorang terhadap azan. Jika ia mengagungkan kalimat tersebut maka segala aktivitasnya akan dianggap kecil dan rendahan. Namun jika ia menganggap azan hal yang kecil, maka ia akan menganggap pekerjaan yang digelutinya pada jam tersebut menjadi mulia di hadapannya.

Kita tidak ingin masuk dalam kategori yang sedikit mengingat Allah, terutama saat azan dikumandangkan di telinga kita. Coba kita perhatikan pada kalimat azan berikut :

**Allahhu akbar...Allahu Akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar )
** Asy hadu Alla ilaa ha illa llahu ( Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah )
** Asy hadu anna muhammadar rasulullah ( Aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah )
** Hayya alas shalah.. ( Mari berangkat shalat )
** Hayya alal falah.. ( Mari menuju kemenangan )
** Allahu akbar.. allahu akbar ( Allah Maha Besar..Allah Maha Besar )
** Laa ilaaha illallahu ( Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah ).

Jika kita renungi kalimat azan pada kalimat yang pertama :
** Allahu Akbar .
Allahu Maha Besar. Kalimat ini mengisyratkan bahwa Dialah yang paling berkuasa atas alam ini semuanya. Tidak ada bandingannya pada kekuasaanNya. Saat kalimat tersebut diucapkan pertama kali, memerintakan kita untuk segera meninggalkan pekerjaan duniawi yang dianggap kecil di sisi Allah. Saat kita mendengar kalimat ini (Allahu Akbar) mestinya seseorang tahu bahwa dirinya hanyalah manusia, bukan Penguasa Alam.

Saat itu juga kita tinggalkan aktivitas duniawi dalam rangka menyahut panggilan azan ini melalui kalimat pertamanya. Tak ada yang berharga sama sekali saat kita mendengar kalimat Allahu Akbar masih sibuk dengan urusan dunia. Tidak ada yang besar urusannya melainkan shalat berjamaah dimasjid atau mushalla. Di sanalah kita mengagungkan Tuhan alama semesta ini. Dialah yang layak kita agungkan bukan dunia yang tak abadi. Seringnya kita melepaskan dunia dengan segera saat azan tiba. Itu bertanda bahwa kita sedang mengagungkan Allah.

Saat azan terdengar di telinga, hendaklah kita memyimaknya dengan baik dan menjawabnya. Ini merupakan perintah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana beliau bersabda :
عَنْأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِذَاسَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ 
" Dari Abu Said al-Khuzri bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Apabila kalian mendengar azan maka katakanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazzin " HR. Bukhari 611, Muslim no 383, Tirmidzi no 208, an-Nasai no 673, Abu Dawud no 522, Ibnu Majah no 720 dan Ahmad no 11020.

Terlepas dari perbedaan dari para ulama tentang hukum mendengarkan azan, jika dilihat pada sisi makna dan kandungan azan. Pantaskah kita mengabaikannya ? tentu tidak bukan. Semestinya kita mendengarkan dengan baik kalimat-kalimat yang diucapkan oleh muazzin. Mudah-mudahan telingan yang kita dengarkan dari lafadz azan menjadi syafa'at kelak pada hari kiamat.

Sungguh mulia semua kalimat azan tersebut. Sebagai tanda orang beriman adalah senang mendengar hal-hal yang baik, seperti azan. Kalimat azan sering dilantunkan 5 kali sehari semalam. Dari ujung barat Indonesia hingga ujung timurnya terus menerus kalimat azan ini dilantunkan. Terus-menerus juga muazzin menyuarakan azan di masjid-masjid. Mereka para muazin tidak bosan-bosannya menyerukan panggilan shalat untuk kaum muslimin.

Sungguh luar bisa pahala yang akan didapat oleh Muazzin. Yaitu ia akan mendapatkan balasan berikut ini :
Pertama : Muazzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat.
Sebagaimana terdapat dalam hadits shahih riwayat Muslim no 387 yang artinya " Para muazzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kimat ".

Kedua : Suara Muzzin akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat.
Sebagaimana terdapat dalam hadits shahih riwayat Bukhari no 609 yang artinya : " Bahwasannya Abu Said al-Hudzri berkata kepada Abu Shan'ah al-Anshari : ' Aku melihatmu menyukai kambing dan kampung. Karenanya jika kamu berada di sisi kambing dan kampungmu lalu kamu mengumandangkan azan, maka keraskanlah suaramu karena sesungguhnya tidaklah suara muazzin itu didengar oleh Jin, manusia dan yang lainnya melainkan semuanya akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat ".

Ketiga : Muazzin akan diampuni sepanjang suaranya dan mendapat pahala seperti orang yang shalat bersamanya.
Sebagaimana hadits shahih yang diriwayatkan oleh an-Nasai no 646 yang artinya : " ....Dan muazzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya dan dibenarkan oleh yang mendengarnya dari benda yang basah dan kering serta ia akan memperoleh pahala seperti orang yang shalat bersamanya ".

keempat : Muazzin didoakan ampunan oleh Rasulullah.
Sebagaimanadslam hadits shahih Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Ya Allah berikan kelurusan bagi para imam dan ampunilah para muazzin ". HR. Abu Dawud no 517 dan Tirmidzi no. 207 dan dishahihkan oleh Albany dalam al-Irwa no 217.

Dari sisi keutamaan seorang muazzin ,apakah kita pantas menyia-nyiakan panggilan azan ini ? Wahai kaum muda dan tua laki-laki, kalianlah yang akan memenuhi masjid-masjid dikala azan tiba. Wahai generasi muslim laki-laki, kalianlah yang akan membuat Islam jaya.

Dengan berkumpulnya kaum muslim laki-laki di masjid-masjid 5 kali sehari semalam. Maka musuh-musuh kalian akan bertekuk lutut dihadapan kalian karena kita telah bersatu dalam satu tempat yaitu masjid. Tempat ibadah muslim seharusnya diramaikan selalu oleh kaum muslimin. Apapun profesi Anda selama muslim, maka sudah layaknya segera bergegas ke masjid tertentu dimana saja Anda berada yang terdengar azannya.

Banyak sekali yang akan Anda dapati jika sering ke masjid, diantaranya :

Pertama : Langkah Anda akan dihitung pahala dan akan dihapus dosa Anda.
Sebagaimana riwayat Muslim no 666, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Barang siapa yang bersuci di rumahnya lalu berjalan menuju salah satu rumah Allah (masjid,mushall) untuk menunaikan salah satu kewajiban Allah, maka dalam satu langkahnya membersihkan dosa dan salah satunya lagi mengangkat derajatnya ". 

Dalam riwayat Tirmidzi no 563, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " ...Kaki kirinya tidak melangkah melainkan Allah gugurkan satu kesalah baginya ". Bagaimana dengan 1000 langkah ke masjid atau mushalla. Sudah tentu 1000 kebaikan Anda akan dapat dan 1000 kesalahan akan gugur. Wah.....hanya dengan modal langkah dapat dua-duanya.

Kedua : Derajat Anda akan naik per sekali jamaah sebanyak 25 atau 27 derajat.
Sebagaimana hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda : " Shalat secara berjamaah lebih utama dari pada shalat sendirian sebanyak 27 kali lipat ". HR. Muslim no 650.

Di dalam kitab 'Faidhul Qadir ' karangan al-Manawi dijelaskan bahwa hadits di atas bahwa shalat berjamaah melebihi shalat sendirian dengan diberikan 27 derajat atau tingkatan. Dan tiap sekali shalat berjamaah melebihi pahala shalat sendirian sebanyak 27 kali lipat. Dan ada yang mengatakan bahwa shalat berjamaah sama halnya dengan melakukan 27 kali shalat sendirian. Dua kali shalat yang dikerjakan ke tingkatan pahala lalu diberhentikan oleh shalat sendirian dan shalat berjamaah akan melewati batas tersebut hingga 27 kali lipat.

Tingkatan pahala ini bagi seorang muslim bisa meningkat hingga sampai ke surga Firdaus tertinggi di Surga. Rahmat Allah sangat luas. Dan keutamaannya tidak ada yang melebihinya. Dan surga Firdaus bisa diraih oleh muslim dengan sebagian amal shalih. Seperti doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bagi orang minta Surga kepada Allah. Maka mintalah surga Firdaus.

Ketiga : Berada di barisan pertama saat shalat akan mendapat shalawat dari para malaikat.
Sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : " Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf pertama ". HR. Ahmad dan an-Nasai dengan sanad yang jayyid. Shalawat yang diberikan Malaikat memiliki arti ampunan. Mereka senantiasa mendoakan untuk orang-orang yang berada di shaf pertama.

Keempat : Akan dibangun istana di surga dengan melakukan shalat sunnah rawatib.
Keuntungan hadir tepat saat azan dikumandangkan disamping ia menjawab azannya dan ia juga bisa melakukan shalat sunnah rawatib. Bagi yang melakukan shalat sunnah rawatib dijanjikan istana di surga. Kita tentu kebanyakan belum memiliki istana yang megah di dunia kan. Boro-boro istana mas..rumah saja mungkin belum ada (keep silent).

Istana dunia pasti akan runtuh dalam jangka waktu tertentu. Umur Anda lebih singkat dari umur istana tersebut. Istana dunia akan ditinggalkan pemiliknya dengan kematian. Namum istana surga ? Istana surga kekal selamanya. Anda dengan istanamu di surga tidak akan pernah rapuh, akan tetap mewah dan megah.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Barang siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam, maka dibangunkan baginya rumah di surga . HR Muslim no 728 dan an-Nasai no 1402. Kalau kita belum dapat rumah ssndiri berarti ibadah

Kelima : Anda didoakan para malaikat dan diberi pahala shalat jika sudah hadir di masjid guna menunggu shalat.

Para malaikat akan mendoakan Anda saat menunggu tiba waktu shalat di masjid. Muslim yang bersegera datang ke masjid sebelum azan tiba akan mendapat doa malaikat. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits shahih. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
" Tidaklah seseorang diantara kalian duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci melainkan para malaikat akan mendoakannya : ' Ya Allah, ampunilah ia, Ya Allah ,sayangilah ia '. HR. Muslim no 649.

Adapun hadits yang menyatakan bahwa ia akan diberi pahala shalat selama menunggu shalat di masjid atau mushalla. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Senantiasa salah seorang diantar kalian mendapatkan pahala shalat selama ia berada di masjid tempat ia shalat untuk menunggu shalat ". Muslim no 649, Bukhari no 176, Abu Dawud no 470, Tirmidzi no 330, Ibnu Majah no 774, Ahmad no 7614 dan Malik no 442.

Keenam : Sebelum duduk di masjid, shalatlah 2 rakaat tahiyyatul masjid.
Seorang muslim yang sudah datang ke masjid terlebih dahulu. Ia akan bisa melaksanakan shalat tahiyyatul masjid dua rakaat. Pada kesempatan inipun ia mendapat pahala lagi.

Tahiyyatul masjid dilaksanakan kapan saja. Asalkan Anda masuk tiap masjid bisa langsung melaksanakan dua rakaat sebelum duduk selama masih suci. Anjuran malakukan dua rakaat ini telah disabdakan Rasulullallah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu :
" Apabila kalian masuk masjid, maka janganlah langsung duduk hingga ia melakukan shalat dua rakaat ". HR. Bukhari no 1163 dan Ahmad no 2263.

Inilah keuntungan besar yang bisa Anda raih saat tiba di masjid. Untuk mengakhiri artikel ini kami simpulkan keuntungan apa saja jika hadir di masjid 5 kali sehari, yaitu :

  1. Langkah Anda akan dihitung kebaikan dari langkah kaki kanan Anda dan akan dihapus dosa dari langkah kiri Anda.
  2. Kelipatan pahala dilihat dari jarak ia berjalan menuju masjid. Semakin jauh langkahnya maka semakin besar pula pahala yang diraih. Semakin banyak pula dosa yang akan dihapus.
  3. Saat Anda berada di masjid atau mushalla. Anda akan diberi pahala shalat penuh. Jika Anda datang sebelum azan tiba.
  4. Selama Anda menunggu tiba waktu shalat. Anda akan didoakan para malaikat tentang ampunan untuk dosamu dan doa kasih sayang mereka untukmu.
  5. Anda akan diberi pahala lagi dari shalat dua rakaat tahiyyatul masjid sebelum duduk di masjid.
  6. Anda juga diberi pahala jamaah sebanyak 27 kali lipat bila dibandingkan shalat sendirian.
Kebaikan yang melimpah apabila seorang muslim gemar pergi ke masjid 5 kali sehari. Kapan lagi wahai saudaraku kalau bukan sekarang. Apakah kita harus menunggu waktu tua baru bertaubat. Atau kita menunggu waktu datangnya sakit baru kembali ke masjid.

Tidak, dan tidak. Kesempatan jangan disia-siakan. Ketahuilah bahwa orang yang sudah meninggal telah merasakan akibat perbuatan mereka sekarang ini. Sudah pasti mereka menyesal di sana. Ingin rasanya kembali ke dunia untuk beramal shaleh. Kita yang masih hidup jangan sampai seperti mereka menyesal kelak.

Mulai dari sekarang..!!!
Sebarkan seruan ini,semoga kita sama-sama dapat kebaikan.



Thanks for reading & sharing Sajian Pendidikan Guru

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

iklan google

pencarian

  • ()
  • ()
Show more