Home » » Jangan Pernah Berhenti Belajar Ilmu Agama !! Tak Cukup di Bangku Sekolah

Jangan Pernah Berhenti Belajar Ilmu Agama !! Tak Cukup di Bangku Sekolah

Jangan bosan belajar. Terutama belajar agama hingga ajal menjemput. Jangan merasa puas dengan apa yang didapat dari sekolah

Jangan bosan belajar. Terutama belajar agama hingga ajal menjemput. Jangan merasa puas dengan apa yang didapat dari sekolah SD,SMP,SMA atau dibangku kuliah. Karena belajar sifatnya sepanjang hidup. Paham agama islam tidak cukup dengan batasan waktu dan umur. Sampai kapanpun dan dimanapun Anda harus belajar.

Tidakkah mau memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah dengan sebab belajar ? Meraih derajat tertinggi di sisi Allah menjadi salah satu idola muslim. Kenapa demikian ? Derajat tinggi di sisi Allah akan diberi balasan yang tiada tara. Yaitu surga Allah yang luasnya langit dan bumi. Sebagaimana Allah firmankan pada surat al-Imran : 133 dan al-Hadid : 21 yaitu :
Surat al-Imran : 133
وَسَارِعُوٓا إِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,".

Surat al-Hadid : 21
سَابِقُوٓا إِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِۦ  ۚ  ذٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَآءُ  ۚ  وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
"Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."

Orang yang belajar ilmu yang bermanfaat akan diberi pahala. Dari usaha yang dikerahkan dalam rangka memahami agamanya akan diberi balasan yang setimpal. Namun semua itu mesti dibarengi dengan niat ikhlas karena Allah. Ditambah lagi jika niat belajarnya untuk mengajari orang muslimin maka pahala yang didapat akan lebih banyak lagi.

Perkara ilmu dunia yang hukumnya fardhu kifayah disaat sangat dibutuhkan bagi kebanyakan kaum muslimin, terkadang akan dibalas dengan kebaikan yang banyak. Perkara mubah bisa saja akan diberi balasan jika niatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Adapun hadits yang menjelaskan tentang keutamaan belajar berikut ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " مَنْ سَلَكَ طَرِيقًايَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا ؛ سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ 

Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, ia berkata : Rasulullah shallalalhu 'alaihi wa sallam bersabda " Barang siapa yang berjalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga ". HR. Tirmidzi no 2646. Hadits ini berderajat shahih.

Hadits ini memberi motivasi untuk kita bahwa dengan perantara belajar menjadikan kita penduduk surga dengan mudah. Semua perjalanan menuntut ilmu akan diberi ganjaran. Tiap langkah, tiap pengeluaran biaya, tenaga dan pikiran untuk belajar akan dibalas dengan pahala di sisi Allah ta'ala.

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi bi syarhi jami' Tirmidzi menjelaskan maksud hadits di atas ialah siapa saja yang berjalan secara fisik maupun maknawi dalam rangka menuntut ilmu yang mencakup semua ILMU AGAMA baik yang sedikit maupun banyak yang diniatkan untuk mendekatkan diri, memberi manfaat kepada orang lain dan mengambil manfaat (untuk menuntaskan kebodohannya).

Tuhfatul Ahwadzi bi syarhi jami' Tirmidzi ) dari hadits tersebut menjelaskan sunahnya melakukan perjalanan untuk belajar ilmu. Musa alaihis salam pergi ke Khidir alaihis salam dengan mengatakan :

قَالَ لَهُ ۥ  مُوسٰى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلٰىٓ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
"Musa berkata kepadanya, Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?". QS. al-Kahfi : 66

Ibnu Ilan berkata dalam kitab 'Dalilul Falihin' menjelaskan maksud lafadz ' yaltamisu fiihi ilman' artinya mendekatkan diri kepada Allah ta'ala. Hadits tersebut dikatakannya mencakup macam-macam ilmu agama yang sedikit maupun yang banyak. Adapun maksud dari kata 'ilmu' di dalam hadits tersebut adalah ilmu syar'i yang diambil dari al-Quran dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ilmu agama ini ialah yang diwariskan untuk kita. Siapa yang mengambilnya ia akan mendapatkan hasil yang banyak. Ilmu agama ini mengenalkan Anda kepada sang Pencipta, Allah azza wa jalla. Dengan ilmu tersebut kita akan diajarkan untuk bersikap yang baik kepada sesama manusia. Ilmu itu akan menjaga seseorang dimana saja ia berada.

Sesungguhnya para nabi tidak mewarisi dinar dan dirham, akan tetapi mereka mewarisi ilmu maka barang siapa yang mengambil ilmu tersebut berarti ia telah mengambil bagian terbanyak. Untain kalimat ini diambil dari sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dishahihkan oleh syeikh al-Albany.

Bersamaan dengan itu, bahwa syariat telah memotivasi kita untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Yaitu dengan cara duduk-duduk dengan para ulama. Dan ilmu agama yang dianggap ilmu yang bermanfaat mesti digeluti benar-benar oleh tiap muslim. Ilmu inilah yang mengantarkan seseorang masuk Surga dengan mudah. Disamping itu juga ilmu dunia yang bermanfaat bisa diberi balasan oleh Allah jika niatnya benar.

Adakah ilmu yang paling utama untuk dipelajari ?

Ya, ada ilmu yang paling utama untuk dipelajari yaitu mempelajari al-Quran dan sunnah Rasullallahu shallallahu 'alaihi wa sallam. Dengan ilmu ini Allah akan mengangkat derajat Anda dan akan termasuk golongan yang takut kepada Allah ta'ala. Sebagaimana yang tertera di dalam al-Quran :
Allah ta'ala berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ  ۚ  وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

" Allah meninggikan beberapa derajat bagi orang-orang beriman dan berilmu diantara kalian " QS. al-Mujadalah ayat 11. Dan ayat :

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰٓؤُا  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

" Sesungguhnya hamba Allah yang takut kepada Allah adalah para ulama ". QS. Fathir ayat 28.

Dan ilmu yang paling utama ialah menjaga al-Quran. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi sallam yaitu :

عَنْعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

" Dari Usman semoga Allah maridhainya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Sebaik-baik kalian ialah orang belajar al-Quran dan mengajarinya ".HR. Bukhari no 5027. Dan riwayat Muslim no 817 yang artinya : " Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum dengan al-Quran ini dan merendahkan derajat mereka juga dengan al-Quran".

Para ulamat terdahulu semoga Allah merahmati mereka, sebagian mereka ada yang menkhususkan dirinya mempelajari al-Quran. Dan ada juga yang mengkhususkan dirinya mempelajari sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan ada yang mengkhususkan dirinya mempelajari bahasa arab. Namun secara umum mereka telah menguasai ilmu-ilmu yang lain.

Dengan dasar di atas muncul seorang ulama ahli qiroah yang bernama Hafs bin Sulaiman. Beliau salah satu ulama Qira'atus Sab'ah (tujuh bacaan al-Quran). Namun beliau ditinggalkan atau tidak kredibel dalam perkara hadits menurut ulama hadits. Ada juga ulama yang bernama Usman bin Abi Syaibah dan Akhi al-Qasim. Mereka berdua seorang imam dalam perkara hadits. Namun Usman bin Abi Syaibah tidak kredibel di dalam perkara al-Quran karena sering salah.

Ilmu dalam agama terbagi menjadi dua , yaitu ilmu fardhu a'in dan ilmu fardhu kifayah. Ilmu fardhi a'in mesti diketahui oleh tiap muslim. Sedangkan ilmu fardhu kifayah wajib diketahui oleh muslim namun cukup sebagian dari mereka yang mempelajarinya. Ilmu fardhu a'in yang mesti dipelajari oleh Anda selaku muslim ialah ilmu aqidah. Tiap muslim dalam mempelajari ilmu akidah harus dari al-Quran dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang benar.

Selaku umat Islam, seorang muslim diharamkan menjadi orang bodoh dalam perkara akidah meskipun masalah asma wa sifat (nama-nama dan sifat-sifat baik Allah). Seorang muslim wajib mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah yang sempurna. Karena ini akidah muslim yang sebenarnya. Sebagaimana yang tertera di dalam hadits yang menggambarkan keimanan seorang budak perempuan yang ditanya tentang keberadaan Allah.

Hadist yang dimaksudkan di atas ialah ada pada riwayat Mu'awiyah bin Hakam as-Sulami semoga Allah meridhainya, ia berkata : Aku memiliki seorang budak perempuan yang mengembala kambing punyaku ke arah Uhud dan Jawaniyyah. Aku mengetahui suatu hari bahwa seekor Srigala memangsa kambingnya, dan aku seorang lelaki dari bani Adam sedang marah sebagaimana mereka marah, namun aku menamparnya sekali, kemudiam aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau menyambutnya dengan hangat. Lalu aku bertanya : Apakah aku bisa membebaskannya ? beliau menjawab : " Bawalah ia kemari ". Lalu aku membawanya kepadanya. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya : " Dimanakah Allah ?, ia menjawab : Allah di langit, Rasulullah bertanya kembali : " Siapakah saya ", ia menjawab : Anda adalah utusan Allah. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Bebaskan ia , karena sesungguhnya ia telah beriman ". HR.Muslim no 537.

Dengan hadits di atas maka wajib bagi seorang muslim mengimani bahwa Allah di langit. Allah ta'ala dengan ilmunya mengetahui segala individu manusia, Dia menjaganya dan menolongnya bersama orang-orang muslim. Wajib bagi orang muslim beriman dengan perkara Allah di langit berdasarkan ayat-ayat ini :
Allah SWT berfirman:

ءَأَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَآءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِىَ تَمُورُ
"Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?"
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 16)

الرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى
"(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas 'Arsy."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 5)
Ada juga ayat-ayat lain yang menunjukan bahwa Allah ta'ala di langit seperti :

  1. Surat Albaqarah : 29
  2. Surat Al-'Araf : 54
  3. Surat Yunus : 3
  4. Surat ar-Ra'du : 2
  5. Surat al-Furqan : 59
  6. Surat as-Sajdah : 4
  7. Surat Fushilat : 11
  8. Surat al-Hadid : 4
Dari sini terlihat bahwa ilmu seperti jarang sekali kita dapati di bangku SD,SMP maupun SMA. Inilah akidah yang mesti kita imani bahwa Allah ada di langit. Terlepas dari perkataan manusia yang menyatakan bahwa Allah tidak di langit. Maka keyakinin ini sebenarnya berseberangan dengan ayat Allah yang disebutkan di atas.

Kesimpulannya kita sebagai umat Islam tidak berhenti belajar agama hanya sampai dibangku sekolah. Hendaknya pelajarilah agama hingga datang kematian kita. Karena masih sangat banyak pada agama ini yang belum kita ketahui. Semakin seseorang banyak mendalami, maka ia akan dapati cahaya ilmunya.





Thanks for reading & sharing Sajian Pendidikan Guru

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

iklan google

pencarian

  • ()
  • ()
Show more