Home » » Kandungan Surat Al-Humazah dan Jenis Siksaan Bagi Para Pencela

Kandungan Surat Al-Humazah dan Jenis Siksaan Bagi Para Pencela

Allah azza wa jalla berfirman :  وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ "Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela," (QS. Al-Humazah 104: Ayat 1) الَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ "yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya," (QS. Al-Humazah 104: Ayat 2) يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ ۥ ٓ أَخْلَدَهُ "dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya." (QS. Al-Humazah 104: Ayat 3) كَلَّا  ۖ  لَيُنۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِ "Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (Neraka) Hutamah." (QS. Al-Humazah 104: Ayat 4) وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ "Dan tahukah kamu apakah (Neraka) Hutamah itu?" (QS. Al-Humazah 104: Ayat 5) نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ "(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan," (QS. Al-Humazah 104: Ayat 6) الَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ "yang (membakar) sampai ke hati." (QS. Al-Humazah 104: Ayat 7) إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ "Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka," (QS. Al-Humazah 104: Ayat 8) فِى عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍۢ "(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang." (QS. Al-Humazah 104: Ayat 9)  Penjelasan Surat Surat ini disebut surat Makkiyyah menurut ijma ulama. Surat ini terdiri dari sembilan ayat.  ** Tafsir Ayat ke-1  " Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela," Kata' Wail atau celakalah ' sudah disebutkan maknanya dalam selain surat ini yaitu memiliki makna kehinaan, siksaan dan kebinasaan. Ada yang mengatakan dengan arti lain yaitu lembah di Neraka Jahannam. Ibnu Abbas mengatakan untuk maksud ayat " Bagi setiap pengumpat dan pencela " mereka itu diantaranya : Orang-orang yang gemar mengadu domba orang lain.  Orang-orang yang suka merusak hubungan persaudaraan. Orang-orang menzalimi terhadap orang yang berlepas dari aib. Nabi shallallahu alaihi wa sallam berssabda : " Hamba Allah yang paling jahat ialah orang yang suka mengadu domba, memecah belah hubungan persaudaraan dan menzalimi orang yang berlepas dari kesalahan. HR. Ahmad no 17998.  Dan dari Ibnu Abbas bahwa maksud kata ' al-humazah ' adalah yang menghibah aib orang lain dengan sifat yang tidak disukainya. Sedangkan ' al-lumazah ' ialah orang yang banyak kesalahan terhadap orang lain. Sedangkan Abul Aliyah, al-Hasan, Mujahid dan Atha bin Abi Riyah mengatakan bahwa maksud ' alhumazah ' ialah yang menghibah aib orang lain dengan sifat yang tidak disukainya serta mencela orang tersebut, sedangkan 'al-lumazah' menurut mereka ialah membicarakan airbnya di belakangnya saat ia tidak berada di sisinya.   Adapun Muqatil menyebutkan makna yang berseberangan dengan di atas , beliau berkata bahwa maksud 'al-humazah' ialah yang membicarakan aib orang lain dengan ghibah dan 'al-lumazah' adalah yang membicarakan aib orang di depannya.  Qatadah dan Mujahid berkata bahwa 'al-humazah' ialah mencela manusia , sedangkan 'al-lumazah' ialah mencela nasab manusia. Sufyan at-Sauri berkata  bahwa alhumazah ialah mencela dengan mulutnya dan sedangkan al-lumazah yang mecela dengan kedua matanya. Dan Ibnu Kisan berkata bahwa al-humazah ialah orang yang menyakiti teman duduknya dengan ucapan yang buruk.  ** Tafsir Ayat ke-2 " yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya," Pada ayat ini menjelaskan sifat orang yang suka dengan harta dan menghitung-hitung jumlahnya sebagaimana yang dikatakan oleh as-Suddi. Sedangkan adh-Dhohak mengatakan bahwa ayat tersebut bagi orang suka menghitung hartanya bagi yang mewarisi dari anak-anaknya. Ada juga yang mengatakan maknanya ialah orang yang suka membanggakan diri dengan jumlah hartanya dan banyaknya harta.  Dan maksud ayat di atas ialah celaan bagi orang yang  menahan hartanya  untuk dibelanjakan di jalan ketaatan.  ** Tafsir Ayat ke-3 sampai ayat ke- 7 " dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (Neraka) Hutamah, Dan tahukah kamu apakah (Neraka) Hutamah itu, (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,  yang (membakar) sampai ke hati "  as-Suddi berkata : (Maksud ayat di atas ialah bahwa ) ia menyangka hartanya akan memberi hidup yang abadi untuk dirinya , tidak bisa mati. Dan Ikrimah berkata maksudnya ialah ia bertambah umunya. Ada yang mengatakan : ia bisa menghidupkannya apa yang sudah berlalu. Ada yang berkata lagi bahwa maksudnya ialah binasa.  Dengan harta yang disangka akan mengekalkannya, Allah akan mencampakkan pemilik harta ke dalam Neraka Alhuthamah. Dinamakan nama itu karena akan menghancurkan apa saja yang dilempar ke dalam neraka Hutamah.  Neraka alHutamah berada di tingkatan ke enam dalam Neraka Jahannam ,ini disebutkan oleh al-Mawaridi dari al-Kilabi. Dan diceritakan oleh al-Qusyairy dari alkilaby bahwa al-Hutamah adalah tempet terendah yang kedua untuk kategori tempat neraka terendah. Ad-Dhahak berkata : Alhutamah tempat terendah pada urutan keempat. Sedangkan Ibnu Zaid mengatakan bahwa alhutamah ialah nama salah satu Neraka Jahannam.  Penyebutan nama ini (al-Hutamah) karena masuk dalam perkara yang besar dan mulia.  Api Allah yang dinyalakan ,yaitu api neraka itu dipanaskan selama 1000 tahun. Api itu tidak pernah padam yang Allah ta'ala persiapkan untuk manusia yang ahli maksiat.  Kemudian api neraka tersebut dapat menembus hatinya. Muhammad bin Ka'ab berkata : Api neraka tersebut memakan semua jasad mereka hingga sampai kepada hati mereka, lalu mereka diciptakan kembali menjadi baru lagi lalu api neraka kembali memakannya.  Demikian juga yang diriwayatkan oleh Khalid bin Abi Imran dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : Sesumgguhnya api neraka memakan penduduknya hingga menembus ke hati mereka hingg ujung, kemudian apabila mereka beranjak pindah, apinya kembali lagi.  Pekhususan hati pada ayat tersebut menunjukan bahwa rasa sakit jika sampai ke hati maka orangnya akan mati. Artinya ia dalam keadaan mati padahal mereka tidak akan mati. Sebagaimana firman Allah ta'ala : " ia tak akan mati dan tak bisa hidup". Kondisi ini mengerikan sekali karena hidupnya bermakna kematian.  Ada juga yang mengatakan bahwa makna " yang membakar sampai ke hati " ialah ia langsung mengetahui seberapa ukuran siksaan yang dirasakannya.  Ayat ke 8 & 9 "Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka," , "(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang."    *** Penjelasan ayat Api Neraka yang mengelilingi mereka ,sedang mereka terikat badannya pada tiang-tiang yang panjang. Qatadah berkata : Tiang-tiang ini dijadikan untuk menyiksa mereka dan pendapat ini dipilih oleh at-Thabary. Ibnu Abbas berkata : Sesungguhnya tiang-tiang yang panjang itu terikat di leher mereka.  Ada yang mengatakan : Tiang-tiang itu terikat di kaki mereka. Ini disebutkan oleh Abu Shalih. Dan al-Qusyairy berkata : Dan kebanyakannya bahwa tiang-tiang itu jadi pasak kelas yang diletakkan untuk penduduk Neraka. Tiap dari kelas Neraka diletakkan pasaknya sehingga terus-menerus mereka merasakan kesedihan dan panasnya api neraka. Mereka memiliki tubuh yang tidak ada ruhnya. Ada yang mengatakan : Bahwa pintu-pintu Neraka bertingkat-tingkat untuk mereka dan mereka berada di tiang-tiang yaitu di rantai dan merasa sangat kehausan serta panas.   Ada juga yang menjelaskan bahwa maksud dari " Pada tiang-tiang yang panjang " mereka merasakan siksaannya dan sakitnya dengan dipukul dengan tiang-tiang tersebut. Ada juga yang mengatakan bahwa maksud ayat itu ialah waktu memanjang tidak ada terputusnya.  Kesimpulan pelajaran yang bisa diambil dari surat al-Humazah , diantaranya :  Balasan siksaan untuk para pencela dengan mulutnya atau dengan perbuatannya. Ghibah (mengumbar aib orang lain) termasuk dalam kategori ancaman pada surat al-humazah ini. Orang yang suka mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya hingga lalai juga diancam dengan neraka. Bantahan untuk orang yang menganggap bahwa banyak harta dan suka menghitung-hitung bisa menyelamatkan dari Neraka Allah. Dunia ini tidak kekal tapi Akhirat akan hidup selama-lamanya. Ketahuilah bahwa api neraka sudah dipanaskan selama 1000 tahun. Bahkan disebutkan di hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa api neraka dipanaskan selama 3000 tahun secara bertahap. Yang dimulai dari apinya merah lalu menjadi putih dan menjadi hitam. Masing-masing warna apinya dipanaskan selama 1000 tahun. Surat ini menjelaskan kondisi dan keadaan neraka yang mengerikan.  Semoga kita diselamatkan dari api Neraka Allah. Amin...


Pada postingan kali ini kami akan membahas bagaimana memahami ayat pada surat al-Humazah. Terkhusus untuk Anda wahai guru muslim hendaknya belajar juga dengan tafsir tiap ayat. Seorang guru yang membidangi mata pelajaran tertentu tidak cukup fokus dengan bagian tersebut. Tidaklah pengetahuan tafsir al-quran hanya dimiliki oleh guru tafsir. Anda yang mengajar bidang selain tafsir juga mesti mengetahui penjelasan ayat al-quran secara perlahan.

Sisihkan waktu Anda untuk belajar tafsir sebagaimana guru-guru tafsir mengetahuinya. Ketahuilah bahwa tiap dari bidang ilmu ada kaitannya dengan al-Quran. Karena isi kandungan al-quran tidak berporos kepada ilmu akhirat. Namun ia juga menjelaskan untuk bidang ilmu lain selain ilmu syariat. Maka bersemengatlah wahai para guru. Mari kita simak dan membaca penjelasan tafsir surat al-Humazah yang kami ambil dan ringkas dari tafsir al-Qurthuby. Semoga bermanfaat.

Surat Al-Humazah

Allah azza wa jalla berfirman :

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
"Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,"
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 1)
الَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ
"yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,"
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 2)
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ ۥ ٓ أَخْلَدَهُ
"dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya."
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 3)
كَلَّا  ۖ  لَيُنۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِ
"Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (Neraka) Hutamah."
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 4)
وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ
"Dan tahukah kamu apakah (Neraka) Hutamah itu?"
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 5)
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
"(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,"
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 6)
الَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ
"yang (membakar) sampai ke hati."
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 7)
إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ
"Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,"
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 8)
فِى عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍۢ
"(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang."
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 9)

Penjelasan Surat
Surat ini disebut surat Makkiyyah menurut ijma ulama. Surat ini terdiri dari sembilan ayat.

** Tafsir Ayat ke-1 
Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,"
Kata' Wail atau celakalah ' sudah disebutkan maknanya dalam selain surat ini yaitu memiliki makna kehinaan, siksaan dan kebinasaan. Ada yang mengatakan dengan arti lain yaitu lembah di Neraka Jahannam. Ibnu Abbas mengatakan untuk maksud ayat " Bagi setiap pengumpat dan pencela " mereka itu diantaranya :
  1. Orang-orang yang gemar mengadu domba orang lain. 
  2. Orang-orang yang suka merusak hubungan persaudaraan.
  3. Orang-orang menzalimi terhadap orang yang berlepas dari aib.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam berssabda : " Hamba Allah yang paling jahat ialah orang yang suka mengadu domba, memecah belah hubungan persaudaraan dan menzalimi orang yang berlepas dari kesalahan. HR. Ahmad no 17998.

Dan dari Ibnu Abbas bahwa maksud kata ' al-humazah ' adalah yang menghibah aib orang lain dengan sifat yang tidak disukainya. Sedangkan ' al-lumazah ' ialah orang yang banyak kesalahan terhadap orang lain. Sedangkan Abul Aliyah, al-Hasan, Mujahid dan Atha bin Abi Riyah mengatakan bahwa maksud ' alhumazah ' ialah yang menghibah aib orang lain dengan sifat yang tidak disukainya serta mencela orang tersebut, sedangkan 'al-lumazah' menurut mereka ialah membicarakan airbnya di belakangnya saat ia tidak berada di sisinya.

baca juga artikel terkait :
Kandungan Tafsir surat al-Qadr
Kandungan Tafsir Surat al-Bayyinah

Adapun Muqatil menyebutkan makna yang berseberangan dengan di atas , beliau berkata bahwa maksud 'al-humazah' ialah yang membicarakan aib orang lain dengan ghibah dan 'al-lumazah' adalah yang membicarakan aib orang di depannya.

Qatadah dan Mujahid berkata bahwa 'al-humazah' ialah mencela manusia , sedangkan 'al-lumazah' ialah mencela nasab manusia. Sufyan at-Sauri berkata  bahwa alhumazah ialah mencela dengan mulutnya dan sedangkan al-lumazah yang mecela dengan kedua matanya. Dan Ibnu Kisan berkata bahwa al-humazah ialah orang yang menyakiti teman duduknya dengan ucapan yang buruk.

** Tafsir Ayat ke-2
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,"
Pada ayat ini menjelaskan sifat orang yang suka dengan harta dan menghitung-hitung jumlahnya sebagaimana yang dikatakan oleh as-Suddi. Sedangkan adh-Dhohak mengatakan bahwa ayat tersebut bagi orang suka menghitung hartanya bagi yang mewarisi dari anak-anaknya. Ada juga yang mengatakan maknanya ialah orang yang suka membanggakan diri dengan jumlah hartanya dan banyaknya harta.

Dan maksud ayat di atas ialah celaan bagi orang yang  menahan hartanya  untuk dibelanjakan di jalan ketaatan.

** Tafsir Ayat ke-3 sampai ayat ke- 7
dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannyaSekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (Neraka) Hutamah, Dan tahukah kamu apakah (Neraka) Hutamah itu, (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,  yang (membakar) sampai ke hati "

as-Suddi berkata : (Maksud ayat di atas ialah bahwa ) ia menyangka hartanya akan memberi hidup yang abadi untuk dirinya , tidak bisa mati. Dan Ikrimah berkata maksudnya ialah ia bertambah umunya. Ada yang mengatakan : ia bisa menghidupkannya apa yang sudah berlalu. Ada yang berkata lagi bahwa maksudnya ialah binasa.

Dengan harta yang disangka akan mengekalkannya, Allah akan mencampakkan pemilik harta ke dalam Neraka Alhuthamah. Dinamakan nama itu karena akan menghancurkan apa saja yang dilempar ke dalam neraka Hutamah.

Neraka alHutamah berada di tingkatan ke enam dalam Neraka Jahannam ,ini disebutkan oleh al-Mawaridi dari al-Kilabi. Dan diceritakan oleh al-Qusyairy dari alkilaby bahwa al-Hutamah adalah tempet terendah yang kedua untuk kategori tempat neraka terendah. Ad-Dhahak berkata : Alhutamah tempat terendah pada urutan keempat. Sedangkan Ibnu Zaid mengatakan bahwa alhutamah ialah nama salah satu Neraka Jahannam.

baca juga artikel terkait :
Kandungan Tafsir Surat az-Zalzalah
Kandungan Tafsir Surat al-Qariah
Kandungan Tafsir Surat al-Ashr

Penyebutan nama ini (al-Hutamah) karena masuk dalam perkara yang besar dan mulia.

Api Allah yang dinyalakan ,yaitu api neraka itu dipanaskan selama 1000 tahun. Api itu tidak pernah padam yang Allah ta'ala persiapkan untuk manusia yang ahli maksiat.

Kemudian api neraka tersebut dapat menembus hatinya. Muhammad bin Ka'ab berkata : Api neraka tersebut memakan semua jasad mereka hingga sampai kepada hati mereka, lalu mereka diciptakan kembali menjadi baru lagi lalu api neraka kembali memakannya.

Demikian juga yang diriwayatkan oleh Khalid bin Abi Imran dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : Sesumgguhnya api neraka memakan penduduknya hingga menembus ke hati mereka hingg ujung, kemudian apabila mereka beranjak pindah, apinya kembali lagi.

Pekhususan hati pada ayat tersebut menunjukan bahwa rasa sakit jika sampai ke hati maka orangnya akan mati. Artinya ia dalam keadaan mati padahal mereka tidak akan mati. Sebagaimana firman Allah ta'ala : " ia tak akan mati dan tak bisa hidup". Kondisi ini mengerikan sekali karena hidupnya bermakna kematian.

Ada juga yang mengatakan bahwa makna " yang membakar sampai ke hati " ialah ia langsung mengetahui seberapa ukuran siksaan yang dirasakannya.

Ayat ke 8 & 9
"Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka," ,
"(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang."


*** Penjelasan ayat
Api Neraka yang mengelilingi mereka ,sedang mereka terikat badannya pada tiang-tiang yang panjang. Qatadah berkata : Tiang-tiang ini dijadikan untuk menyiksa mereka dan pendapat ini dipilih oleh at-Thabary. Ibnu Abbas berkata : Sesungguhnya tiang-tiang yang panjang itu terikat di leher mereka.

Ada yang mengatakan : Tiang-tiang itu terikat di kaki mereka. Ini disebutkan oleh Abu Shalih.
Dan al-Qusyairy berkata : Dan kebanyakannya bahwa tiang-tiang itu jadi pasak kelas yang diletakkan untuk penduduk Neraka. Tiap dari kelas Neraka diletakkan pasaknya sehingga terus-menerus mereka merasakan kesedihan dan panasnya api neraka. Mereka memiliki tubuh yang tidak ada ruhnya. Ada yang mengatakan : Bahwa pintu-pintu Neraka bertingkat-tingkat untuk mereka dan mereka berada di tiang-tiang yaitu di rantai dan merasa sangat kehausan serta panas. 

Ada juga yang menjelaskan bahwa maksud dari " Pada tiang-tiang yang panjang " mereka merasakan siksaannya dan sakitnya dengan dipukul dengan tiang-tiang tersebut. Ada juga yang mengatakan bahwa maksud ayat itu ialah waktu memanjang tidak ada terputusnya.

Kesimpulan pelajaran yang bisa diambil dari surat al-Humazah , diantaranya :
  1. Balasan siksaan untuk para pencela dengan mulutnya atau dengan perbuatannya.
  2. Ghibah (mengumbar aib orang lain) termasuk dalam kategori ancaman pada surat al-humazah ini.
  3. Orang yang suka mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya hingga lalai juga diancam dengan neraka.
  4. Bantahan untuk orang yang menganggap bahwa banyak harta dan suka menghitung-hitung bisa menyelamatkan dari Neraka Allah.
  5. Dunia ini tidak kekal tapi Akhirat akan hidup selama-lamanya.
  6. Ketahuilah bahwa api neraka sudah dipanaskan selama 1000 tahun. Bahkan disebutkan di hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa api neraka dipanaskan selama 3000 tahun secara bertahap. Yang dimulai dari apinya merah lalu menjadi putih dan menjadi hitam. Masing-masing warna apinya dipanaskan selama 1000 tahun.
  7. Surat ini menjelaskan kondisi dan keadaan neraka yang mengerikan.

Semoga kita diselamatkan dari api Neraka Allah. Amin...



Thanks for reading & sharing Sajian Pendidikan Guru

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

iklan google

pencarian

  • ()
  • ()
Show more