Home » , , » Kandungan Tafsir Surat at-Takasur Dan Kondisi Manusia Terhadap "Neraka'

Kandungan Tafsir Surat at-Takasur Dan Kondisi Manusia Terhadap "Neraka'

surat a-takasur menjelaskan akibat buruk orang-orang yang lalai karena kemegahan dunianya. Maka bagi Anda yang memiliki harta lebih jangan sampai karenanya Anda terjerumus ke dalam kubangan maksiat dan dosa. Tetaplah mengingat Allah dimana saja kita berada. Karena kematian akan datang kapan saja dan dimana saja. Pada surat ini juga bahwa manusia akan digiring untuk melihat neraka, kemudian mereka akan berlalu sesuai dengan amal perbuatan mereka. Dengan kondisi seperti sudahlah cukup bagi kita untuk mempersiapak segala kemampuan untuk beramal shalih. Demi persiapan menghadapi kenyataan hari akhirat kelak.


Surat at-Takasur
 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ 
* حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ 
* كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ 
* ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ 
* كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ 
* لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ 
* ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ 
* ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ }

Artinya : 
  1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
  2. Hingga kamu  masuk ke dalam kubur.
  3. Sekali-kali tidak , kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).
  4. Sekali-kali tidak !, kelak kamu akan mengetahui
  5. Kemudian sekali-kali tidak , sekiranya kamu mengetahui dengan pasti.
  6. Niscaya kamu benar-benar akan melihat Neraka Jahim
  7. Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala kamu sendiri.
  8. Kemudian kamu benar-benar akan ditanya akan ditanya pada hari itu tentang kenikamatan (yang megah di dunia itu ). 
Surat ini disebut surat makkiyyah menurut kebanyakan ahli tafsir. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa surat ini tergolong surat madaniyah. Surat ini terdiri dari 8 ayat.

Ayat ke-1 :

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu"

*** Penjelasan Ayat
Pada ayat ini Allah ta'ala menjelaskan bahwa kita ini telah banyak disibukkan dengan kecintaan terhadap dunia beserta kenikmatannya dari pada mencari kehidupan Akhirat. Dan keadaan seperti itu terus-menerus bersama kalian hingga kalian dijemput oleh kematian. Kalianpun masuk ke dalam kuburan dan menjadi penghuninya.

Ibnu Abu Hatim berkata : Ayahku telah meriwayatkan kepadaku, telah diriwayatkan kepada kami yang bernama Zakaria bin Yahya seorang yang wibawa dari Mesir , Khalid bin Abdul Dayim telah meriwayatkan kepada kami dari Ibnu Zaid bin Aslam dari ayahnya , ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Kalian telah disibukkan oleh banyaknya harta hinnga kalian masuk ke kuburan ". Kita telah disibukkan dengan harta yang melalaikan dari ketaatan sehingga saat tiba kematian menjemput kita semua.

Hasan al-Bashri berpetuah bahwa maksud ayat ' Kalian telah disibukkan dengan kemegahan  ' ialah disibukkkan dengan kemegahan harta dan disibukkan dengan anak. Di dalam shahih Bukhari dijelaskan dari Anas bin Malik dari Ubay bin Ka'ab, ia berkata : Kami mengetahui seperti ini dari Al-Quran hingga turun surat ' Kalian telah disibukkan dengan kemegahan' walaupun anak Adam mempunyai emas satu bukit.
عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْمُطَرِّفٍ ، عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ انْتَهَى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ : "{ أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ }. قَالَ : يَقُولُ ابْنُ آدَمَ : مَالِي مَالِي. وَهَلْ لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ، أَوْ أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ 

" Dari Qatadah dari Mutharrif dari ayahnya, bahwasannya ia pergi ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sambil membacakan ayat ' Kalian telah disibukkan dengan kemegahan', beliau menjelaskan bahwa anak Adam berkata : hartaku, hartaku. Dan tidaklah harta itu apa yang kamu sedekahkan kemudian kamu berikan haknya atau harta yang Anda miliki melainkan apa kamu makan harta itu apa yang sedekahkan kemudian kamu berikan haknya kemudian kamu habiskan, atau harta itu apa yang kamu pakai lalu kamu membuatnya lusuh ' HR. Tirmidzi no 2342 dengan derajat hadits shahih.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan lagi tentang mayyit. Beliau bersabda :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ ، قَالَ : سَمِعْتُأَنَسَ بْنَ مَالِكٍ ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ، وَمَالُهُ، وَعَمَلُهُ
Yang akan mengikuti si mayyyit ada tiga, dua hal akan kembali dan satu lagi akan bersamanya, ketiga-tiganya ialah keluarga, harta dan amal perbuatannya. Keluarga dan hartanya akan pulang sedangkan amal perbuatan yang akan bersamanya " HR. Muslim no 2960


Ayat ke-2 : 

" Hingga kamu  masuk ke dalam kubur "

*** Penjelasan Ayat
Pada ayat ini Allah menjelaskan setelah Anda dilalaikan dengan kemegahan harta hingga datangnya kematian. Anda akan menjadi penghuni kubur. Saat disana Anda menandakan sudah kembali darinya seperti kunjungan penziarah ke rumahnya baik berupa Surga atau Neraka. Dikatakan bagi yang telah mati : Sungguh ia telah berkunjung ke kuburnya.

Kuburan tempat singgah seseorang setelah matinya, ayat ini memberi peringatan kepada kita bahwa kita sering disibukkan dengan kemegahan dunia hingga masuk ke kuburan. Saat di sana kita akan melihat langsung azab Allah azza wa jalla dengan apa yang kita perbuat karena kesibukan terhadap dunia sehingga melalaikan tujuan akhirat yang sebenarnya.

Dan tidak ada penyebutan kuburan di dalam al-quran melainkan pada surat ini. Berziarah ke kuburan merupakan salah satu obat yang terbaik bagi hati yang keras. Mengapa ? Karena dengan mengunjungi kuburan akan mengingatkannya tentang kematian dan akhirat. Ini dapat menghilangkan panjang angan-angan , bersikap zuhud dan akan meninggalkan ketamakan terhadap dunia.

Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya :
قَالَ : زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى، وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ، فَقَالَ : " اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا، فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي، وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا، فَأُذِنَ لِي، فَزُورُوا الْقُبُورَ ؛ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ
" Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, ia berkata : Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menziarahi kuburan ibunya, beliaupun menangisdan orang-orang disekitarnya ikut menangis, beliau bersabda : " Aku minta izin kepada Tuhanku untuk berdoa untuk ibuku, namun permintaan itu tidak diizinkan olehNya dan aku minta izin untuk bisa menziarahinya, lalu Allah mengizinkan untukku, maka berziarahlah kalian ke kuburan karena hal itu akan mengingatkanmu tentang kematian ". HR. Muslim no 976.

Sebagian ulama mengatakan bahwa makruh hukum seorang wanita menziarahi kubur karena mereka sedikit bersabar dan banyak cemasnya. Ziarah laki-laki ke kuburan sudah menjadi kesepakatan di kalangan ulama, adapun para ulama berbeda pendapat untuk para wanita yang berziarah ke kuburan.

Adapun yang berkenaan dengan tempat atau waktu yang dikhawatirkan timbul fitnah dengan adanya berkumpulnya laki-laki dan perempuan. Maka pada kondisi ini tidak dibenarkan dan tidak dihalalkan. Pada saat seorang laki-laki keluar untuk mengambil pelajaran dari ziarahnya tapi di sana ada wanita. Kemudian pandangan laki-laki tersebut jatuh kepada wanita sehingga menimbulkan fitnah. Bukan pahala yang didapat tapi dosa yang diraihnya.

Ayat ke-3 :

"Sekali-kali tidak kelak kamu akan mengetahuinya (akibat perbuatanmu itu) "

*** Penjelasan Ayat
. kata ' Kalla' dikatakan oleh al-Farra maksudnya ialah tidak ada urusan terhadap apa yang sudah kalian banggakan dan memperbanyak harta. Anda pasti akan mengetahui akibatnya dari perbuatan yang sudah Anda lakukan.

Mujahid berkata : ini adalah ancaman setelah ancaman. Dan al-Farra berkata lagi : Bahwa pengulangan kata untuk menunjukan penguatan. Dan Ibnu Abbas berkata : " Sekali-kali kalian pasti mengetahui " berupa azab yang menimpamu di kuburan. " Kemudian sekali-kali kalian akan mengetahuinya " di akhirat saat kalian ditimpa azab.

Azab yang akan menimpa pertama kali di kuburan dan azab kedua ada di akhirat. Pengulangan ayat tersebut untuk menjelaskan dua keadaan, yaitu pada ayat ' kalla saufa ta'lamun' untuk perkara ujian bahwa yang saya ajak kepadanya adalah benar adanya. Sedangkan ayat 'summa kalla saufa ta'alamun' untuk hari kebangkitan yang telah saya beri ancaman adalah benar adanya.

Telah diriwayatkan dari Zur bib Hubaisy dari Ali semoga Allah meridhainya, ia berkata kepadanya : Kami ragu-ragu dengan azab kubur sampai turunnya surat ini, kemudian ia mengisyaratkan ke ayat ' kalla saufa ta'lamun " bahwa Anda mengetahuinya di kuburan. Ada yang mengatakan bahwa ' kalla saufa ta'alamun ' adalah pada saat kamu didatangi kematian dan seketika itu utusan datang kepadamu untuk mencabut nyawamu. Adapun ayat ' kalla saufa ta'lamun' ialah pada saat kamu sudah masuk ke kuburan, seketika itu malaikat Mungkar dan Nakir mendatangimu dengan membawa pertanyaan namun kamu tidak bisa menjawabnya.

Ayat ke-4 :

"Kemudian sekali-kali tidak !, kelak kamu akan mengetahui ".

*** Penjelasan Ayat
Pada ayat ini menggambarkan bahwa kita akan mengetahui kejadian yang disebutkan di atas secara pasti. Itu semua disebabkan karena kita disibukkan dengan kemewahan dunia hingga lalai dengan mencari kebahagiaan di negri akhirat. Dengan kelalaian yang terus-menerus hingga kita menempati kuburan.

Ayat ke-5

" Sekali-kali tidak ! sekiranya kamu mengetahui dengan pasti "

*** Penjelasan Ayat
Ayat ini merupakan penjelasan ancaman dari ayat yang sebelumnya. Yaitu ayat ' kalla saufa ta'lamun summa kalla saufa ta'lamun ". Hasan al-Bashry menjelaskan ayat ini dengan mengatakan bahwa ayat ini merupakan ancaman setelah ancaman. Ad-Dhohak menjelaskan ayat ' Kalla saufa ta'lamun' menunjukan kepada orang-orang kafir, dan ayat ' summa kalla saufa ta'lamun' menunjukan kepada orang-orang mukmin.

Ayat ' kalla law ta'alamuna ilmal yakin ' maksudnya sekiranya kalian mengetahui sebenar-benarnya, niscaya kemewahan dunia tidak menjadikanmu lalai dari mencari kebahagiaan negri akhirat hingga kalia memasuki kuburan.


Ayat ke-6  dan ke-7 :

Niscaya kamu benar-benar akan melihat Neraka Jahim, lalu kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala kamu sendiri "

*** Penjelasan Ayat
Ayat " Kalian benar-benar akan melihat Neraka Jahim ". Pada ayat ini menjelaskan ancaman lain , yaitu dengan menyembunyikan tanda qasam atau sumpah yang menyatakan bahwa Neraka Jahim hanya ada di Akhirat. Adapun yang diajak bicara pada ayat ini ialah orang-orang Kafir. Mereka semua pasti terkena siksaan api Neraka.

Ada pendapat lain pada ayat ' Kalian benar-benar akan melihat Neraka Jahim ' bersifat umum untuk seluruh manusia tanpa terkecuali. Sebagaimana telah dinukil dari firman Allah ta'ala : ' Wa in minkum illa wariduha ' artinya tidak ada seorangpun diantara kamu yang tidak mendatanginya (neraka)'. Dengan ini telah disediakan tempat tinggal bagi orang-orang kafir dan disediakan tempat menyebrang untuk orang-orang beriman.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " يَرِدُ النَّاسُ النَّارَ، ثُمَّ يَصْدُرُونَ مِنْهَا بِأَعْمَالِهِمْ، فَأَوَّلُهُمْ كَلَمْحِ الْبَرْقِ،ثُمَّ كَالرِّيحِ، ثُمَّ كَحُضْرِ الْفَرَسِ، ثُمَّ كَالرَّاكِبِ فِي رَحْلِهِ، ثُمَّ كَشَدِّالرَّجُلِ، ثُمَّ كَمَشْيِهِ 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " kelak orang-orang akan mendatangi Neraka kemudia mereka berpaling dari Neraka sesuai amal perbuatan mereka, maka orang-orang yang pertama kali melewatinya seperti jalannya kilat, kemudian (ke-2) seperti jalannya angin, kemudian (ke3) seperti larinya kuda, kemudian (ke-4) seperti penunggang kendaraan pada kendaraannya, kemudian (ke-5) seperti ia berjalan biasa. HR. Tirmidzi no 3159 dengan derajat haditsnya shahih.

al-Kisai dan Ibnu Umar pada kata 'latarowunna ' pada huruf ta'nya dibaca dommah maka memiliki makna bahwa kalian akan dikumpulkan ke Neraka lalu kalian melihatnya. Adapun jika dibaca fathah dan ini merupakan bacaan kebanyakan orang maka maknanya ialah bahwa kalian niscaya akan melihat denga mata kalain dari jauh.

Ayat ' Kemudian kalian akan melihatnya dengan mata kepala kalian sendiri ' makna ayat ini ialah kita akan menyaksikan neraka dengan mata telanjang. Ada yang mengatakan maknanya ialah berita tentang bahwa mereka senantiasa menempati di neraka, yaitu mereka akan senantiasa melihatnya terus-menerus. Adapun orang yang diajak bicara pada ayat ini adalah orang-orang kafir.

Ada juga yang mengatakan tentang ayat 'Kalian akan mengetahuinya dengan sebenar-benarnya' maksudnya adalah kalian akan mengetahu hari di dunia dengan pasti yang berada di hadapan kalian. Dan ayat '  kalian akan melihat jahim ' adalah melihatnya dengan mata hati kalian, karena sesunguhnya ilmu yakin akan memperlihatkan jahim kepada kalian dengan mata hatimu. Yaitu dengan memberi gambaran tentang keadaan hari kiamat dan terputus perjalanannya.


Ayat ke-8 :

Kemudian kamu benar-benar akan ditanya akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu ). "

*** Penjelasan ayat
Pada ayat ini bahwa kita pada hari itu akan benar-benar ditanya tentang adakah yang dari sikap kita yang bersyukur terhadap kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Baik kenikmatan hidup sehat, hidup dengan nyaman, nikmat rizki maupun selainnya. Dan apa-apa yang kita terima nikmat-nikmatnya, apakah bersyukur dan beribadah ?

Sumber : Tafsir al-Qurthubi dan Tafsir Ibnu Katsir
Jangan lupakan tuk berbagi artikel ini



Thanks for reading & sharing Sajian Guru Blogger

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

Cari Info

Ikuti Info Terbaru

Powered by Blogger.
  • ()
  • ()
Show more

Labels

Total Tayangan

Post Populer

Ikuti Blog Ini