Home » » Jadilah Guru Yang Mendidik Dan Penyayang Bagi Siswa-Siswanya Saat Berada di Kelas

Jadilah Guru Yang Mendidik Dan Penyayang Bagi Siswa-Siswanya Saat Berada di Kelas

Guru sebuah profesi yang mulia. Jika Anda seorang guru atau pendidik yang sudah menjadi orang tua pasti tentu memiliki profesi yang sama seperti seorang guru. Mendidik, mengarahkan dan membimbing asuhannya ke jalan yang baik dan benar. Kita sebagai orang tua atau guru di sekolah mempunyai tugas yang sama dalam mengarahkan anak didik ke jalan yang baik.   Untuk kali ini GB hanya membahas bagaimana menjadi guru kelas yang penyayang dan dinanti oleh para siswanya. Kita tidak ingin mengalami kegagalan dalam mendidik mereka. Meskipun rintangan yang dihadapi oleh guru kelas tak sebanding dengan para orang tua yang ada di rumah. Kedua pihak pendidik antara guru kelas dan orang tua memiliki kesempatan yang berbeda. Adakalanya orang tua lebih banyak rintangannya dari pada guru. Guru juga ada kalanya lebih banyak rintangannya dari pada orang tua.   Masing-masing kedua pendidik memiliki bobot yang tak sama dalam membina dan mengarahkan. Adapun menjadi guru yang penyayang sangat ditekankan dalam dunia pendidikan selama di sekolah ia mengajar. Guru bukan berperan sebagai pemberi informasi dan mengabsen. Namun guru itu memiliki amanah yang tak jauh bedanya dengan para pendidik lainnya.   Menjadi guru yang penyayang memerlukan ilmu dan pengalaman. Seseorang yang terjun dalam dunia sekolah ia mesti memiliki sifat penyayang kepada siswanya. Maka janganlah seseorang yang sudah menjadi guru namun tak memahami dan mempraktekkan sifat penyayang. Untuk menumbukan sifat pendidik dan penyayang kepada para siswa mesti melalu tahap berikut :  Ke-1 : Memulai dengan sayang terhadap dirinya  Guru yang menyayangi dirinya akan bisa memberi kasih sayang kepada siswanya. Siapapun Anda profesinya jika memiliki rasa kasih sayang, maka Anda akan bisa memberi kasih sayangmu kepada orang lain. Guru yang menyayangi untuk dirinya seperti ia gemar menjaga kehormatannya, maka iapun tak segan-segan menyayangi siswa agar menjaga kehormatan.  Seorang guru yang berusaha tidak melakukan kesalahan dalam mendidik salah satu bentuk sikap sayang terhadap dirinya. Ia tidak ingin dirinya terjerumus ke dalam dosa yang bisa menjerumuskannya ke dalam api neraka. Menjaga diri dari hal-hal yang melanggar syariat disebut juga telah menyayangi diri. Dengan memiliki sifat kasih sayang kepada dirinya, maka ia pun bisa memberi kasih sayang kepada siswanya.  Ke-2 : Menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa  Salah satu bentuk kasih sayang yang dimunculkan oleh seorang guru saat di dalam kelas ialah ia berusaha menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mereka. Bahasa yang disampaikan tidak berbeli-belit. Tidak juga terlalu menggunakan banyak istilah yang sulit dipahami. Metode penyampaian informasi dengan bahasa yang mudah dimengerti salah satu jalur yang tepat bagi seorang guru.  Ada diantara siswa yang kurang memahami teks kalimat penjelasan karena bahasa yang digunakan oleh guru tidak menjangkau akal pikiran mereka. Bahasa yang digunakan oleh seorang guru hendaknya disesuaikan dengan kemampuan daya tangkap siswa. Apalah manfaatnya seorang guru memberi ulasan yang panjang, akhirnya tidak dipahami oleh siswa.  Ke-3 : Memperhatikan keadaan kelas sebelum mengajar  Sebelum memulai pelajaran hendaknya seorang guru mengkondusifkan ruangan belajar agar guru dan para siswa merasa nyaman. Apa saja yang perlu dikondusikan ? Diantaranya ialah kerapian pakian , tatanan meja kursi dan kebersihan ruangan. Siswa yang tidak rapi dalam berpakain hendaknya ditegur oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran.  Demikian juga dengan tatanan meja kursi perlu disusun dengan rapi agar terlihat keindahan di dalam kelas belajar. Begitu juga dengan kebersihan ruangan kelas akan memberi kesan yang baik saat menjalani aktifitas pembelajaran. Ruangan yang kotor dengan sampah akan mengajarkan kepada siswa untuk hidup kotor tidak bersih.  Inilah yang perlu diperhatikan oleh sang guru sebelum mengajar di kelasnya. Sikap perhatian guru yang demikian mesti ditumbuhkan oleh masing-masing guru. Dengan tujuan menciptakan kondisi yang kondusif dan kenyamanan.  Memang benar untuk peduli sebelum pelaksanaan pembelajaran memakan waktu, tapi inilah yang disebut dengan mendidik. Satu jam pertemuan selama 45 menit bisa kita gunakan untuk tahap awal selama 10 menit hingga 15 menit. Itu tak mengapa karena kita ingin memasukkan unsur mendidik di dalam pembelajaran.  Kebersihan meliputi kebersihan lantai, meja, kursi , dinding , jendela dan atap ruang kelas. Semua hal yang kami sebutkan perlu diperhatikan oleh masing-masing guru. Karena inilah yang disebut dengan mendidik. Guru yang menggunakan unsur mendidik akan memberi bekas kepada para siswanya. Ia juga akan dikenang selamanya oleh para siswanya dikemudian hari.  Ke-4 : Mulai dan mengakhiri pelajaran dengan berdoa   Berdoa pada awal pelajaran dan akhir pelajaran salah satu unsur yang harus diciptakan dalam dunia pendidikan. Siswa yang terbiasa berdoa sebelum belajar akan terbiasa berdoa sebelum belajar. Berbeda dengan siswa yang kurang peduli dengan doa, iapun akan malas berdoa sebelum belajar. Nah dari inilah peran seorang guru dalam membimbing mereka yang malas berdoa sebelum belajar. Dengan bimbingan guru yang terus-menerus dalam perkara doa akan menjadikan siswa yang malas berdoa bersemangat kembali.  Berdoa salah satu senjata kaum muslimin. Jadi wajar jika kita sebagai guru menuntun siswa untuk senantiasa berdoa meminta kepada Allah ta'ala. Dengan mereka sering berdoa akan membuat mereka menjadi anak yang rendah hati. Karena berdoa merupakan bukti bahwa dirinya membutuhkan bantuan dari Allah dan dengan doa juga akan menghilangkan sifat kesombongan.  Seorang guru juga memberi tahu cara berdoa yang diajarkan oleh syariat. Adapun tata cara berdoa yang diajarkan oleh syariat diawali dengan memuji Allah melalui nama-nama Allah yang Agung. Hendaknya guru sudah mengetahu cara berdoa yang sesuai syariat dan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.  Ke-5 : Memberi  soal-soal sesuai kemampuan para siswanya  Inilah salah satu bentuk kasih sayang guru terhadap siswanya. Siswa yang rata-rata di kelasnya cerdas dan rata-rata di kelasnya kurang cerdas sudah tentu soal yang diberikan tidak sama. Pada sesi ini guru bisa memilih soal-soal yang bisa dikerjakan oleh semua siswanya. Soal yang sulit bagi siswa yang belum paham akan bisa membebani pikirannya.  Dengan memperhatikan kondisi kecerdasan siswa guru bisa menentukan soal yang tepat bagi mereka. Maka buatlah soal yang kebanyakan sudah dipahami oleh para siswanya. Bisa juga dalam satu kelas soal terbagi menjadi beberapa bagian untuk golongan siswa yang cerdas dan kurang cerdas. Ini sangat baik menurut GB karena menyesuaikan soal pada tempatnya.  Jika yang di atas tak keberatan bagi kerja guru silahkan dilakukan. Demi kemaslahatan masing-masing siswa. Disinilah peran besar bagi sang guru untuk menentukan soal yang tepat bagi anak didiknya. Semoga kita dimudahkan untuk melakukan dengan model seperti ini.  Ke-6 : Memberi hukuman sesuai kadar kemampuan  Memberi hukuman salah satu unsur dari proses mendidik. Jadi selaku orang tua akan memaklumi jika di dalam sekolah terdapat hukuman. Hukuman itu dibuat untuk memberi batas ruang bagi para siswa yang melanggar aturan. Terutama untuk para guru yang mengajar di kelas sudah pasti akan mendapati siswa yang melanggar.   Guru hendaknya memberi aturan yang jelas dalam memberi hukuman sebelum pelaksanaan hukuman bagi yang melanggar. Jenis hukuman secara umum dapat diumumkan secara publik untuk masing-masing kelas. Pemberitahuan hukuman bagi siswa berguna memberi kesadaran agar tidak berbuat kesalahan.  Dengan adanya hukuman yang ditegakkan akan menciptakan kondisi ruang yang kondusif. Akan tercipta keadilan antar siswa yang mentaati aturan dengan siswa yang melanggar aturan. Hukuman juga dipusatkan untuk pendidikan bukan semata-mata membuat ia jera. Mestinya dengan adanya hukuman membuat siswa berfikir kembali jika ingin berbuat kesalahan.  Secara akademik bahwa hukuman membutuhkan sebuah tahapan. Tahapan pertama hendaknya didahului dengan teguran atau nasehat yang baik, tanpa harus marah-marah. Untuk tahapan berikutnya disesuaikan dengan kondisi anaknya.   Jenis-jenis hukuman disesuaikan dengan kemampuan anak didik. Contohnya jika memberi hukuman fisik pada tahap pelanggaran ketiga seperti push-up. Saat kita ingin perintahkan pus-up, ternyata ia mengeluh telapak tangannya sakit. Maka kita tanyakan saja kepadanya apa yang kamu sanggup selain push-up. Hukuman fisik pun juga diperhatikan apakah akan melukai ia atau tidak.   Mengutip sampah juga salah satu hukaman fisik walaupun terkesan sepele. Namun pekerjaan ini sangat berguna untuknya dan orang lain. Ia bisa belajar menjadi anak yang rajin membersihkan kotoran. Dan ada yang perlu dilakukan oleh guru yang sedang menghukum yaitu mengucapkan rasa terimakasih sudah menjalani hukuman yang diberikannya. Ini dilakukan dengan tujuan agar tidak memberi bekas luka dihatinya.

Guru sebuah profesi yang mulia. Jika Anda seorang guru atau pendidik yang sudah menjadi orang tua pasti tentu memiliki profesi yang sama seperti seorang guru. Mendidik, mengarahkan dan membimbing asuhannya ke jalan yang baik dan benar. Kita sebagai orang tua atau guru di sekolah mempunyai tugas yang sama dalam mengarahkan anak didik ke jalan yang baik. 

Untuk kali ini GB hanya membahas bagaimana menjadi guru kelas yang penyayang dan dinanti oleh para siswanya. Kita tidak ingin mengalami kegagalan dalam mendidik mereka. Meskipun rintangan yang dihadapi oleh guru kelas tak sebanding dengan para orang tua yang ada di rumah. Kedua pihak pendidik antara guru kelas dan orang tua memiliki kesempatan yang berbeda. Adakalanya orang tua lebih banyak rintangannya dari pada guru. Guru juga ada kalanya lebih banyak rintangannya dari pada orang tua. 

Masing-masing kedua pendidik memiliki bobot yang tak sama dalam membina dan mengarahkan. Adapun menjadi guru yang penyayang sangat ditekankan dalam dunia pendidikan selama di sekolah ia mengajar. Guru bukan berperan sebagai pemberi informasi dan mengabsen. Namun guru itu memiliki amanah yang tak jauh bedanya dengan para pendidik lainnya. 

Menjadi guru yang penyayang memerlukan ilmu dan pengalaman. Seseorang yang terjun dalam dunia sekolah ia mesti memiliki sifat penyayang kepada siswanya. Maka janganlah seseorang yang sudah menjadi guru namun tak memahami dan mempraktekkan sifat penyayang. Untuk menumbukan sifat pendidik dan penyayang kepada para siswa mesti melalu tahap berikut :

Ke-1 : Memulai dengan sayang terhadap dirinya

Guru yang menyayangi dirinya akan bisa memberi kasih sayang kepada siswanya. Siapapun Anda profesinya jika memiliki rasa kasih sayang, maka Anda akan bisa memberi kasih sayangmu kepada orang lain. Guru yang menyayangi untuk dirinya seperti ia gemar menjaga kehormatannya, maka iapun tak segan-segan menyayangi siswa agar menjaga kehormatan.

Seorang guru yang berusaha tidak melakukan kesalahan dalam mendidik salah satu bentuk sikap sayang terhadap dirinya. Ia tidak ingin dirinya terjerumus ke dalam dosa yang bisa menjerumuskannya ke dalam api neraka. Menjaga diri dari hal-hal yang melanggar syariat disebut juga telah menyayangi diri. Dengan memiliki sifat kasih sayang kepada dirinya, maka ia pun bisa memberi kasih sayang kepada siswanya.

Ke-2 : Menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa

Salah satu bentuk kasih sayang yang dimunculkan oleh seorang guru saat di dalam kelas ialah ia berusaha menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mereka. Bahasa yang disampaikan tidak berbeli-belit. Tidak juga terlalu menggunakan banyak istilah yang sulit dipahami. Metode penyampaian informasi dengan bahasa yang mudah dimengerti salah satu jalur yang tepat bagi seorang guru.

Ada diantara siswa yang kurang memahami teks kalimat penjelasan karena bahasa yang digunakan oleh guru tidak menjangkau akal pikiran mereka. Bahasa yang digunakan oleh seorang guru hendaknya disesuaikan dengan kemampuan daya tangkap siswa. Apalah manfaatnya seorang guru memberi ulasan yang panjang, akhirnya tidak dipahami oleh siswa.

Ke-3 : Memperhatikan keadaan kelas sebelum mengajar

Sebelum memulai pelajaran hendaknya seorang guru mengkondusifkan ruangan belajar agar guru dan para siswa merasa nyaman. Apa saja yang perlu dikondusikan ? Diantaranya ialah kerapian pakian , tatanan meja kursi dan kebersihan ruangan. Siswa yang tidak rapi dalam berpakain hendaknya ditegur oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran.

Demikian juga dengan tatanan meja kursi perlu disusun dengan rapi agar terlihat keindahan di dalam kelas belajar. Begitu juga dengan kebersihan ruangan kelas akan memberi kesan yang baik saat menjalani aktifitas pembelajaran. Ruangan yang kotor dengan sampah akan mengajarkan kepada siswa untuk hidup kotor tidak bersih.

Inilah yang perlu diperhatikan oleh sang guru sebelum mengajar di kelasnya. Sikap perhatian guru yang demikian mesti ditumbuhkan oleh masing-masing guru. Dengan tujuan menciptakan kondisi yang kondusif dan kenyamanan.

Memang benar untuk peduli sebelum pelaksanaan pembelajaran memakan waktu, tapi inilah yang disebut dengan mendidik. Satu jam pertemuan selama 45 menit bisa kita gunakan untuk tahap awal selama 10 menit hingga 15 menit. Itu tak mengapa karena kita ingin memasukkan unsur mendidik di dalam pembelajaran.

Kebersihan meliputi kebersihan lantai, meja, kursi , dinding , jendela dan atap ruang kelas. Semua hal yang kami sebutkan perlu diperhatikan oleh masing-masing guru. Karena inilah yang disebut dengan mendidik. Guru yang menggunakan unsur mendidik akan memberi bekas kepada para siswanya. Ia juga akan dikenang selamanya oleh para siswanya dikemudian hari.

Ke-4 : Mulai dan mengakhiri pelajaran dengan berdoa 

Berdoa pada awal pelajaran dan akhir pelajaran salah satu unsur yang harus diciptakan dalam dunia pendidikan. Siswa yang terbiasa berdoa sebelum belajar akan terbiasa berdoa sebelum belajar. Berbeda dengan siswa yang kurang peduli dengan doa, iapun akan malas berdoa sebelum belajar. Nah dari inilah peran seorang guru dalam membimbing mereka yang malas berdoa sebelum belajar. Dengan bimbingan guru yang terus-menerus dalam perkara doa akan menjadikan siswa yang malas berdoa bersemangat kembali.

Berdoa salah satu senjata kaum muslimin. Jadi wajar jika kita sebagai guru menuntun siswa untuk senantiasa berdoa meminta kepada Allah ta'ala. Dengan mereka sering berdoa akan membuat mereka menjadi anak yang rendah hati. Karena berdoa merupakan bukti bahwa dirinya membutuhkan bantuan dari Allah dan dengan doa juga akan menghilangkan sifat kesombongan.

Seorang guru juga memberi tahu cara berdoa yang diajarkan oleh syariat. Adapun tata cara berdoa yang diajarkan oleh syariat diawali dengan memuji Allah melalui nama-nama Allah yang Agung. Hendaknya guru sudah mengetahu cara berdoa yang sesuai syariat dan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ke-5 : Memberi  soal-soal sesuai kemampuan para siswanya

Inilah salah satu bentuk kasih sayang guru terhadap siswanya. Siswa yang rata-rata di kelasnya cerdas dan rata-rata di kelasnya kurang cerdas sudah tentu soal yang diberikan tidak sama. Pada sesi ini guru bisa memilih soal-soal yang bisa dikerjakan oleh semua siswanya. Soal yang sulit bagi siswa yang belum paham akan bisa membebani pikirannya.

Dengan memperhatikan kondisi kecerdasan siswa guru bisa menentukan soal yang tepat bagi mereka. Maka buatlah soal yang kebanyakan sudah dipahami oleh para siswanya. Bisa juga dalam satu kelas soal terbagi menjadi beberapa bagian untuk golongan siswa yang cerdas dan kurang cerdas. Ini sangat baik menurut GB karena menyesuaikan soal pada tempatnya.

Jika yang di atas tak keberatan bagi kerja guru silahkan dilakukan. Demi kemaslahatan masing-masing siswa. Disinilah peran besar bagi sang guru untuk menentukan soal yang tepat bagi anak didiknya. Semoga kita dimudahkan untuk melakukan dengan model seperti ini.

Ke-6 : Memberi hukuman sesuai kadar kemampuan

Memberi hukuman salah satu unsur dari proses mendidik. Jadi selaku orang tua akan memaklumi jika di dalam sekolah terdapat hukuman. Hukuman itu dibuat untuk memberi batas ruang bagi para siswa yang melanggar aturan. Terutama untuk para guru yang mengajar di kelas sudah pasti akan mendapati siswa yang melanggar. 

Guru hendaknya memberi aturan yang jelas dalam memberi hukuman sebelum pelaksanaan hukuman bagi yang melanggar. Jenis hukuman secara umum dapat diumumkan secara publik untuk masing-masing kelas. Pemberitahuan hukuman bagi siswa berguna memberi kesadaran agar tidak berbuat kesalahan.

Dengan adanya hukuman yang ditegakkan akan menciptakan kondisi ruang yang kondusif. Akan tercipta keadilan antar siswa yang mentaati aturan dengan siswa yang melanggar aturan. Hukuman juga dipusatkan untuk pendidikan bukan semata-mata membuat ia jera. Mestinya dengan adanya hukuman membuat siswa berfikir kembali jika ingin berbuat kesalahan.

Secara akademik bahwa hukuman membutuhkan sebuah tahapan. Tahapan pertama hendaknya didahului dengan teguran atau nasehat yang baik, tanpa harus marah-marah. Untuk tahapan berikutnya disesuaikan dengan kondisi anaknya.

Jenis-jenis hukuman disesuaikan dengan kemampuan anak didik. Contohnya jika memberi hukuman fisik pada tahap pelanggaran ketiga seperti push-up. Saat kita ingin perintahkan pus-up, ternyata ia mengeluh telapak tangannya sakit. Maka kita tanyakan saja kepadanya apa yang kamu sanggup selain push-up. Hukuman fisik pun juga diperhatikan apakah akan melukai ia atau tidak.

Mengutip sampah juga salah satu hukaman fisik walaupun terkesan sepele. Namun pekerjaan ini sangat berguna untuknya dan orang lain. Ia bisa belajar menjadi anak yang rajin membersihkan kotoran. Dan ada yang perlu dilakukan oleh guru yang sedang menghukum yaitu mengucapkan rasa terimakasih sudah menjalani hukuman yang diberikannya. Ini dilakukan dengan tujuan agar tidak memberi bekas luka dihatinya.






Thanks for reading & sharing Sajian Pendidikan Guru

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

iklan google

pencarian

  • ()
  • ()
Show more