Home » » Mau Salahkan Siapa Jika Anak sudah "GILA" Dengan Gadget

Mau Salahkan Siapa Jika Anak sudah "GILA" Dengan Gadget

Gadget sudah masuk ke dunia anak. Anak-anak yang sering dicekokin gadget akan mengalami perubahan pada fisik dan jiwanya. Dalam menghadapi pesatnya teknologi masa kini orang tua mesti berjaga-jaga dengan segala aktivitas anaknya.  Teknologi yang sangat pesat ini sudah banyak diminati oleh jutaan manusia, terutama anak-anak. Di dalam HP atau Smartphone yang mungil kecil terdapat yang semuanya bisa mempengaruhi pertumbuhan anak Anda.  Walaupun HP dibilang bendak sepele ,tapi isinya luar biasa. Jika orang tak jeli menjaga anaknya dari gadget maka dikhawatirkan menjadi "gila" gadget. Kita saja menyenangi dengan gadget hari ini, bagaimana dengan anak-anak ? Tentulah mereka akan merasa lebih gembira karena apa yang mereka lihat semuanya menyenangkan pandangannya.  HP zaman sekarang sudah terkonek dengan internet semuanya. HP jadul tidak akan diproduksi lagi karena sudah ketinggalan zaman. Gadget yang muncul di HP akan selalu diupdate oleh pengembangnya. Oleh karena ini gadget akan semakin diminati banyak orang. Karena selalu update dalam seminggu maupun sebulan.  Seorang anak yang sering dengan gadget akan mengalami perubahan jiwa dan mentalnya. Maka hendaknya selaku orang tua mesti berhati-hati dalam memberikan kebebasan secara penuh kepada anak tanpa ada bimbingan dan arahan orang tua. Kita sering dengar kejadian anak dengan gadget. Diantaranya anak akan mudah meniru gaya yang ia lihat di gadgetnya.  Secara tidak langsung gadget akan mempengaruhi pertumbuhan seorang anak. Maka disini perlu perhatian khusus dari orang tua agar terus menjelaskan dan mengarahkan mengenai penggunaan HP yang positif.  Terhitung tahun 2017, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa. Jumlah pengguna menurut data hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Data itu tercatat meningkat drastis bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 2016 , yang mencapai 132,7 juta jiwa. Bagaimana dengan tahun 2018 pada bulan Maret ? Bisa dipastikan pengguna internet lebih banyak lagi seiring dengan kebutuhan orang Indonesia terhadap informasi.  Berapa pengguna internet dari kawula muda ? Berdasarkan data bahwa jumlah mereka yang menggunakan internet sudah mencapai 49,52 % pengguna internet di Tanah Air adalah mereka yang berusia 19 hingga 34 tahun. Nah, bagaimana dengan anak-anak yang masih duduk di bangku SD hingga bangku SMP ?  Anak-anak SMP dari usia 13 hingga 18 tahun menurut data berada di posisi ke tiga dengan jumlah penggunanya mencapai 16,68%. Sedangkan posisi kedua ditempati usia 35 hingga 54 tahun dengan jumlah penggunanya 29,55%. Dan posisi ke empat ditempati oleh usia di atas 54 tahun dengan jumlah penggunanya mencapai 4,24%.  Adapun data untuk anak SD yang menggunakan internet hanya Anda yang tahu selaku orang tua mereka. Maka perlu diwaspadai meminjamkan HP yang terhubung ke internet kepada anak-anak SD. Jika tidak benar-benar akan berakibat fatal terhadap pertumbuhan si buah hati Anda.  Nah, seberapa besar pengaruh gadget untuk anak-anak ? Pertama : Berkurangnya konsentrasi anak.  Seorang anak yang dicekokin dengan gadget akan berefek pada dirinya, yaitu ia akan kurang konsentrasi. Ia akan konsentrasi terbuai dengan gadget yang diingatnya. Terjadi penurunan daya tangkap dari panggilan orang tuanya, karena seluruh fasilitas gadgetnya sudah menyihirnya hingga tidak konsentrasi dengan panggilan orang tuanya.  Kedua : Anak yang sudah terlanjur dengan gadget akan lebih suka tertarik dengan internet dari pada belajar.  Anak-anak mestinya harus banyak ditumbuhkan menghasilkan kreativitas dari hasil tangannya. Bukan diperbudak oleh permainan digital. Anak-anak mestinya diajak untuk membaca dan berlatih, bukan diajak bermain dengan gadget.  Setingkat anak-anak harus banyak berlatih, membaca dan bermain dengan anggota tubuhnya sendiri. Anak-anak yang sudah terlanjur menggeluti dunia internet, akan susah diarahkan untuk membaca dan berlatih. Salah satu cara mengatasinya dengan memberi waktu khusus kapan ia bisa menggunakan internet. Dan satu syarat yang paling utama ialah orang tua mesti mendampinginya saat ia menjelajah di dunia maya.  Kenapa anak sangat tertarik dengan permainan online ? usia anak dengan gaya hidup yang serba ingin bermain, jika melihat tontonan game akan sangat tertarik. Bahkan ia akan lupa dengan jam waktu makannya. Anak sekali kita memberi peluang bermain game online, mereka cenderung akan langsung tertarik. Dan tak dapat ditahan lagi keinginanya.  Ketiga : Anak akan tumbuh dengan kemalasan berkreasi atau tumbuh arogan  Dengan sering melihat tontonan game yang serba ada adegan fisik menjadikan anak ingin meniru adegan yang dilihatnya. Anak itu pencontoh cerdas. Bagaimana anak itu, itulah yang dilihatnya. Maka berhati-hatilah menampakkan perilaku negatif di depan mereka. Seperti menampakkan sang ayah, saat dipanggil oleh ibunya tapi ia enggan menyahut. Maka anakpun akan berbuat sama seperti ayahnya tidak menyahut panggilan orang tuanya.  Karena apa yang dlihatnya, itulah gurunya. Anak yang sudah "gila" dengan gadget akan tumbuh dengan kemalasan. Tiap kali diminta pertolongan ayah ibunya akan enggan, merasa capek dan malas. Karena sudah asyik bermain dengan game onlinenya. Apa yang ditontonnya sudah menjadi jiwanya. Sehingga apapun yang tidak setara dengannya akan dilawannya.  Kenapa ia bisa tumbuh arogan ? anak-anak yang sering bermain game akan tumbuh arogan artinya ia tumbuh dengan jiwa yang membangkang. Jika sudah seperti ini siapakah yang akan disalahkan ? Orang tua semuanya berperan sekali dalam menumbuhkan kreatifitas anaknya. Pendidika yang membiarkan anak didiknya artinya pendidik tersebut sudah menghancurkan masa depannya.  Sudah berapa banyak kenakalan remaja karena pendidikannya diabaikan. Ia tidak lagi mendapat pendidikan adab yang baik. Sehingga ia tumbuh dengan kebebasan yang menjadikannya bersikap arogan dengan orang lain.  Bahayanya anak usia di bawah 12 tahun dengan gadget  Asosiasi dokter anak Amerika Serikat dan Kanada menekankan sekali bahwa anak di usia 0-2 tahun harus dijauhkan dengan gadget. Sementara anak dengan usia 3-5 tahun dibatasi satu jam perhari dan dua jam untuk anak berusia 6-18 tahun. Tapi faktanya anak-anak justru menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang diizinkan. Seringkali kita lihat mereka sudah dicekokin oleh gadget oleh orang tuanya dengan ponsel pintar,tablet dan piranti game.  Kejadian ini harus segera dihentikan jika ingin generasi Muslim dan warga negara Indonesia pada umumnya menjadi generasi idaman. Seorang dokter anak dari Amerika Serikat yang bernama Cris Rowan mengatakan : " Perlu ada larangan untuk penggunaan gadget pada usia terlalu dini, yakni di bawah 12 tahun ". Alasannya ialah sudah banyak penelitian yang membutktikan dampak negatif "gadget" pada pertumbuhan mereka. Berikut hasil penelitiannya untuk anak di bawah usia 12 tahun jika sudah "gila" dengan gadget , diantaranya :  Ke-1 *Pertumbuhan otak yang terlalu cepat   Anak seusia 0-2 tahun, disini akan ada pertumbuhan otak anak memasuki masa paling cepat dan terus berkembang hingga usia 21 tahun. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak, termasuk yang berasal dari "gadget". Hanya saja stimulasi yang berasal dari gadget diketahui berhubungan dengan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan belajar, impulsif dan kurangnya kemampuan mengendalikan diri.  Ke-2 * Hambatan perkembangan  Saat anak menggunakan gadget, ia cenderung kurang bergerak. Ini akan berdampak pada hambatan perkembangan. Satu dari tiga anak yang masuk sekolah cenderung mengalami hambatan perkembangan sehingga berdampak buruk pada kemampuan berbahasa dan prestasi di sekolah.  Ke-3 * Obesitas   Anak yang berlebihan dalam penggunaan gadget bisa meningkatkan risiko obesitas. Anak-anak yang diizinkan menggunakan gadget di kamarnya akan mengalami risiko obesitas sebanyak 30 %. Padahal, diketahui bahwa obesitas pada anak meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung sehingga menurunkan angka harapan hidup.  Ke-4 * Gangguan tidur  Setiap kali anak menggunakan gadget kita perhatikan bersama bahwa tidak semua orang tua secara otodidak mengawasi anak selama berjam-jam. Dengan celah pengawasan yang kurang seorang anak memanfaatkan kamar tidurnya untuk bermain sepuasnya dengan gadget. Sebuah study menemukan, 75% anak-anak yang berusia 9-10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur mengalami gangguan tidur. Dengan kurang tidur mereka akan berdampak pada penurunan prestasi belajar.  Ke-5 * Penyakit mental  Inilah yang mengkhawatirkan kita selaku orang yang memiliki anak ketika mereka terkena ganggun mental pada dirinya. Sejumlah studi menyimpulkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan merupakan faktor penyebab laju depresi, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar dan gangguan perilaku pada anak.   Anak yang depresi tentunya akan mengurangi kreativitas mereka. Demikian juga anak yang mudah cemas tidak akan menampakkan keberanian menghadapi masalah. Gangguan perilaku anak disebabkan gadget yang berlebih dapat menimbulkan kekacoan rumah tangga. Anak akan semakin bandel susah diatur. Ia akan tetap melawan apa yang diinginkan oleh orang tuanya. Maka segeralah berubah pola pendidikan kita terhadap mereka sebelum terlambat.  Ke-6 * Agresif  Anak-anak yang sering menonton kekerasan pada gadget mereka berisiko menjadi agresif. Apalagi sekarang ini sangat banyak sekali video game dengan adegan kekerasan. Di sana terdapat adegan yang membahayakan anak seperti pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan dan kekerasan lainnya. Tontonan seperti ini sangat mudah ditiru oleh anak dan mereka akan segera mencoba pada temannya atau keluarganya.  Mungkin pernah kita saksikan bersama sebuah video anak SD yang menendangi dan memukuli teman sekelasnya pada jam istirahat. Mereka berbuat demikian adanya bisa jadi karena gadget yang mereka miliki di rumahnya atau melihat tontonan langsung di lapangan. Budaya nonton kekerasan oleh anak sangat berpengaruh kepada mereka akan suka berbuat kerusakan.  Ke-7 * Pikun digital  Ini satu lagi dari efek negatif penggunaan gadget yang berlebih untuk anak-anak. Mereka akan terkena penyakit "pikun digital". Artinya dengan konten media dengan kecepatan tinggi berpengaruh dalam meningkatkan risiko defisit perhatian. Sekaligus penuruna daya konsentrasi dan ingatan. Pasalnya, bagian otak yang berperan dalam melakukan hal itu cenderung menyusut.  Perhatian yang menurun pada anak yang sudah "gila" dengan gadget akan mempengaruhi pertumbuhannya. Masa depan yang seharusnya ia lalui dengan kewajaran, dengan adanya ini ia makin tidak peka dengan lingkungan karena pusat perhatiannya menurun drastis. Jika defisit perhatian anak dibiarkan dan diabaikan akan menyebabkan goncangan keluarga. Saat keluarga membutuhkan pertolongannya, iapun acuh tak acuh dengan arahan yang disampaikan kepadanya. Maka janganlah salahkan anak jika ia berbuat demikian pada keluarga.  Ke-8 * Adiksi  Orang tua yang kurang memperhatikan keadaan anaknya atau sedikit kali perhatian mereka kepada anaknya akan menyebabkan adiksi pada diri anak. Artinya anak-anak lebih cenderung dan condong dengan gadget mereka ketimbang orang tuanya. Ia merasa hidup dengan adanya gadget. Ia tidak lagi bersama hatinya dengan orang tuanya karena ia telah diabaikan. Sehingga kecenderungannya ia curahkan kepada gadget. Jadilah ia anak yang "gila" gadget.  Ke-9 * Radiasi  Badan kesehatan Internasional atau yang disebut WHO mengategorikan ponsel dalam risiko 2B karena radiasi yang dkeluarkannya. Dengan radiasi yang disebutkan tersebut dapat menyerang anak karena tingkat sensitifnya terhadap radiasi. Dengan pancaran yang disebabkan oleh radiasi akan mengganggu otak dan sistem imun yang masih berkembang. Hal ini akan berisiko lebih besar karena radiasi gadget dari pada radiasi yang menyerang orang dewasa. Ke-10 * Tidak berkelanjutan  Sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa edukasi yang berasal dari gadget tidak akan bertahan lama dalam ingatan anak-anak. Dengan demikian, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan bagi mereka. Sangat disayangkan anak-anak hanya belajar dari gadget yang hanya membuahkan hasil yang sementara saja. Daya ingatan yang tak tahan lama membuat mereka akan merasakan kebosanan dengan gaya normal. Ia menginginkan gaya yang serba kilat dan instan seperti yang ia lihat di dalam gadgetnya.   Demikianlah adanya jika anak sudah menggila dengan gadget. Anda akan mengalami seperti orang tua lain yang telah terlambat mengetahui efek negatifnya. Maka ubahlah sikap mendidik anak dengan tidak memudahkan memberikan gadget kepada anak yang belum tumbuh dewasa. Ingatlah bahwa anak tumbuh dengan ulah tangan kita sendiri. Faktor keluarga yang sangat berpengaru dalam membina anak bangsa ini.   Sumber : htps://lifestyle.kompas.com/read/2014/05/12/1640161/10.Alasan.Anak.Perlu.Lepas.dari.Gadget..  http://doktersehat.com/waspadai-dampak-internet-pada-anak/#ixzz59rdyDiWV

Gadget sudah masuk ke dunia anak. Anak-anak yang sering dicekokin gadget akan mengalami perubahan pada fisik dan jiwanya. Dalam menghadapi pesatnya teknologi masa kini orang tua mesti berjaga-jaga dengan segala aktivitas anaknya.

Teknologi yang sangat pesat ini sudah banyak diminati oleh jutaan manusia, terutama anak-anak. Di dalam HP atau Smartphone yang mungil kecil terdapat yang semuanya bisa mempengaruhi pertumbuhan anak Anda.

Walaupun HP dibilang bendak sepele ,tapi isinya luar biasa. Jika orang tak jeli menjaga anaknya dari gadget maka dikhawatirkan menjadi "gila" gadget. Kita saja menyenangi dengan gadget hari ini, bagaimana dengan anak-anak ? Tentulah mereka akan merasa lebih gembira karena apa yang mereka lihat semuanya menyenangkan pandangannya.

HP zaman sekarang sudah terkonek dengan internet semuanya. HP jadul tidak akan diproduksi lagi karena sudah ketinggalan zaman. Gadget yang muncul di HP akan selalu diupdate oleh pengembangnya. Oleh karena ini gadget akan semakin diminati banyak orang. Karena selalu update dalam seminggu maupun sebulan.

Seorang anak yang sering dengan gadget akan mengalami perubahan jiwa dan mentalnya. Maka hendaknya selaku orang tua mesti berhati-hati dalam memberikan kebebasan secara penuh kepada anak tanpa ada bimbingan dan arahan orang tua. Kita sering dengar kejadian anak dengan gadget. Diantaranya anak akan mudah meniru gaya yang ia lihat di gadgetnya.

Secara tidak langsung gadget akan mempengaruhi pertumbuhan seorang anak. Maka disini perlu perhatian khusus dari orang tua agar terus menjelaskan dan mengarahkan mengenai penggunaan HP yang positif.

Terhitung tahun 2017, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa. Jumlah pengguna menurut data hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Data itu tercatat meningkat drastis bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 2016 , yang mencapai 132,7 juta jiwa. Bagaimana dengan tahun 2018 pada bulan Maret ? Bisa dipastikan pengguna internet lebih banyak lagi seiring dengan kebutuhan orang Indonesia terhadap informasi.

Berapa pengguna internet dari kawula muda ? Berdasarkan data bahwa jumlah mereka yang menggunakan internet sudah mencapai 49,52 % pengguna internet di Tanah Air adalah mereka yang berusia 19 hingga 34 tahun. Nah, bagaimana dengan anak-anak yang masih duduk di bangku SD hingga bangku SMP ?

Anak-anak SMP dari usia 13 hingga 18 tahun menurut data berada di posisi ke tiga dengan jumlah penggunanya mencapai 16,68%. Sedangkan posisi kedua ditempati usia 35 hingga 54 tahun dengan jumlah penggunanya 29,55%. Dan posisi ke empat ditempati oleh usia di atas 54 tahun dengan jumlah penggunanya mencapai 4,24%.

Adapun data untuk anak SD yang menggunakan internet hanya Anda yang tahu selaku orang tua mereka. Maka perlu diwaspadai meminjamkan HP yang terhubung ke internet kepada anak-anak SD. Jika tidak benar-benar akan berakibat fatal terhadap pertumbuhan si buah hati Anda.

Nah, seberapa besar pengaruh gadget untuk anak-anak ?

Pertama : Berkurangnya konsentrasi anak.

Seorang anak yang dicekokin dengan gadget akan berefek pada dirinya, yaitu ia akan kurang konsentrasi. Ia akan konsentrasi terbuai dengan gadget yang diingatnya. Terjadi penurunan daya tangkap dari panggilan orang tuanya, karena seluruh fasilitas gadgetnya sudah menyihirnya hingga tidak konsentrasi dengan panggilan orang tuanya.

Kedua : Anak yang sudah terlanjur dengan gadget akan lebih suka tertarik dengan internet dari pada belajar.

Anak-anak mestinya harus banyak ditumbuhkan menghasilkan kreativitas dari hasil tangannya. Bukan diperbudak oleh permainan digital. Anak-anak mestinya diajak untuk membaca dan berlatih, bukan diajak bermain dengan gadget.

Setingkat anak-anak harus banyak berlatih, membaca dan bermain dengan anggota tubuhnya sendiri. Anak-anak yang sudah terlanjur menggeluti dunia internet, akan susah diarahkan untuk membaca dan berlatih. Salah satu cara mengatasinya dengan memberi waktu khusus kapan ia bisa menggunakan internet. Dan satu syarat yang paling utama ialah orang tua mesti mendampinginya saat ia menjelajah di dunia maya.

Kenapa anak sangat tertarik dengan permainan online ? usia anak dengan gaya hidup yang serba ingin bermain, jika melihat tontonan game akan sangat tertarik. Bahkan ia akan lupa dengan jam waktu makannya. Anak sekali kita memberi peluang bermain game online, mereka cenderung akan langsung tertarik. Dan tak dapat ditahan lagi keinginanya.

Ketiga : Anak akan tumbuh dengan kemalasan berkreasi atau tumbuh arogan

Dengan sering melihat tontonan game yang serba ada adegan fisik menjadikan anak ingin meniru adegan yang dilihatnya. Anak itu pencontoh cerdas. Bagaimana anak itu, itulah yang dilihatnya. Maka berhati-hatilah menampakkan perilaku negatif di depan mereka. Seperti menampakkan sang ayah, saat dipanggil oleh ibunya tapi ia enggan menyahut. Maka anakpun akan berbuat sama seperti ayahnya tidak menyahut panggilan orang tuanya.

Karena apa yang dlihatnya, itulah gurunya. Anak yang sudah "gila" dengan gadget akan tumbuh dengan kemalasan. Tiap kali diminta pertolongan ayah ibunya akan enggan, merasa capek dan malas. Karena sudah asyik bermain dengan game onlinenya. Apa yang ditontonnya sudah menjadi jiwanya. Sehingga apapun yang tidak setara dengannya akan dilawannya.

Kenapa ia bisa tumbuh arogan ? anak-anak yang sering bermain game akan tumbuh arogan artinya ia tumbuh dengan jiwa yang membangkang. Jika sudah seperti ini siapakah yang akan disalahkan ? Orang tua semuanya berperan sekali dalam menumbuhkan kreatifitas anaknya. Pendidika yang membiarkan anak didiknya artinya pendidik tersebut sudah menghancurkan masa depannya.

Sudah berapa banyak kenakalan remaja karena pendidikannya diabaikan. Ia tidak lagi mendapat pendidikan adab yang baik. Sehingga ia tumbuh dengan kebebasan yang menjadikannya bersikap arogan dengan orang lain.

Bahayanya anak usia di bawah 12 tahun dengan gadget

Asosiasi dokter anak Amerika Serikat dan Kanada menekankan sekali bahwa anak di usia 0-2 tahun harus dijauhkan dengan gadget. Sementara anak dengan usia 3-5 tahun dibatasi satu jam perhari dan dua jam untuk anak berusia 6-18 tahun. Tapi faktanya anak-anak justru menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang diizinkan. Seringkali kita lihat mereka sudah dicekokin oleh gadget oleh orang tuanya dengan ponsel pintar,tablet dan piranti game.

Kejadian ini harus segera dihentikan jika ingin generasi Muslim dan warga negara Indonesia pada umumnya menjadi generasi idaman. Seorang dokter anak dari Amerika Serikat yang bernama Cris Rowan mengatakan :
" Perlu ada larangan untuk penggunaan gadget pada usia terlalu dini, yakni di bawah 12 tahun ". Alasannya ialah sudah banyak penelitian yang membutktikan dampak negatif "gadget" pada pertumbuhan mereka. Berikut hasil penelitiannya untuk anak di bawah usia 12 tahun jika sudah "gila" dengan gadget , diantaranya :

Ke-1 *Pertumbuhan otak yang terlalu cepat 

Anak seusia 0-2 tahun, disini akan ada pertumbuhan otak anak memasuki masa paling cepat dan terus berkembang hingga usia 21 tahun. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak, termasuk yang berasal dari "gadget". Hanya saja stimulasi yang berasal dari gadget diketahui berhubungan dengan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan belajar, impulsif dan kurangnya kemampuan mengendalikan diri.

Ke-2 * Hambatan perkembangan

Saat anak menggunakan gadget, ia cenderung kurang bergerak. Ini akan berdampak pada hambatan perkembangan. Satu dari tiga anak yang masuk sekolah cenderung mengalami hambatan perkembangan sehingga berdampak buruk pada kemampuan berbahasa dan prestasi di sekolah.

Ke-3 * Obesitas 

Anak yang berlebihan dalam penggunaan gadget bisa meningkatkan risiko obesitas. Anak-anak yang diizinkan menggunakan gadget di kamarnya akan mengalami risiko obesitas sebanyak 30 %. Padahal, diketahui bahwa obesitas pada anak meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung sehingga menurunkan angka harapan hidup.

Ke-4 * Gangguan tidur

Setiap kali anak menggunakan gadget kita perhatikan bersama bahwa tidak semua orang tua secara otodidak mengawasi anak selama berjam-jam. Dengan celah pengawasan yang kurang seorang anak memanfaatkan kamar tidurnya untuk bermain sepuasnya dengan gadget. Sebuah study menemukan, 75% anak-anak yang berusia 9-10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur mengalami gangguan tidur. Dengan kurang tidur mereka akan berdampak pada penurunan prestasi belajar.

Ke-5 * Penyakit mental

Inilah yang mengkhawatirkan kita selaku orang yang memiliki anak ketika mereka terkena ganggun mental pada dirinya. Sejumlah studi menyimpulkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan merupakan faktor penyebab laju depresi, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar dan gangguan perilaku pada anak. 

Anak yang depresi tentunya akan mengurangi kreativitas mereka. Demikian juga anak yang mudah cemas tidak akan menampakkan keberanian menghadapi masalah. Gangguan perilaku anak disebabkan gadget yang berlebih dapat menimbulkan kekacoan rumah tangga. Anak akan semakin bandel susah diatur. Ia akan tetap melawan apa yang diinginkan oleh orang tuanya. Maka segeralah berubah pola pendidikan kita terhadap mereka sebelum terlambat.

Ke-6 * Agresif

Anak-anak yang sering menonton kekerasan pada gadget mereka berisiko menjadi agresif. Apalagi sekarang ini sangat banyak sekali video game dengan adegan kekerasan. Di sana terdapat adegan yang membahayakan anak seperti pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan dan kekerasan lainnya. Tontonan seperti ini sangat mudah ditiru oleh anak dan mereka akan segera mencoba pada temannya atau keluarganya.

Mungkin pernah kita saksikan bersama sebuah video anak SD yang menendangi dan memukuli teman sekelasnya pada jam istirahat. Mereka berbuat demikian adanya bisa jadi karena gadget yang mereka miliki di rumahnya atau melihat tontonan langsung di lapangan. Budaya nonton kekerasan oleh anak sangat berpengaruh kepada mereka akan suka berbuat kerusakan. 

Ke-7 * Pikun digital

Ini satu lagi dari efek negatif penggunaan gadget yang berlebih untuk anak-anak. Mereka akan terkena penyakit "pikun digital". Artinya dengan konten media dengan kecepatan tinggi berpengaruh dalam meningkatkan risiko defisit perhatian. Sekaligus penuruna daya konsentrasi dan ingatan. Pasalnya, bagian otak yang berperan dalam melakukan hal itu cenderung menyusut.

Perhatian yang menurun pada anak yang sudah "gila" dengan gadget akan mempengaruhi pertumbuhannya. Masa depan yang seharusnya ia lalui dengan kewajaran, dengan adanya ini ia makin tidak peka dengan lingkungan karena pusat perhatiannya menurun drastis. Jika defisit perhatian anak dibiarkan dan diabaikan akan menyebabkan goncangan keluarga. Saat keluarga membutuhkan pertolongannya, iapun acuh tak acuh dengan arahan yang disampaikan kepadanya. Maka janganlah salahkan anak jika ia berbuat demikian pada keluarga. 

Ke-8 * Adiksi

Orang tua yang kurang memperhatikan keadaan anaknya atau sedikit kali perhatian mereka kepada anaknya akan menyebabkan adiksi pada diri anak. Artinya anak-anak lebih cenderung dan condong dengan gadget mereka ketimbang orang tuanya. Ia merasa hidup dengan adanya gadget. Ia tidak lagi bersama hatinya dengan orang tuanya karena ia telah diabaikan. Sehingga kecenderungannya ia curahkan kepada gadget. Jadilah ia anak yang "gila" gadget. 

Ke-9 * Radiasi

Badan kesehatan Internasional atau yang disebut WHO mengategorikan ponsel dalam risiko 2B karena radiasi yang dkeluarkannya. Dengan radiasi yang disebutkan tersebut dapat menyerang anak karena tingkat sensitifnya terhadap radiasi. Dengan pancaran yang disebabkan oleh radiasi akan mengganggu otak dan sistem imun yang masih berkembang. Hal ini akan berisiko lebih besar karena radiasi gadget dari pada radiasi yang menyerang orang dewasa.

Ke-10 * Tidak berkelanjutan

Sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa edukasi yang berasal dari gadget tidak akan bertahan lama dalam ingatan anak-anak. Dengan demikian, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan bagi mereka. Sangat disayangkan anak-anak hanya belajar dari gadget yang hanya membuahkan hasil yang sementara saja. Daya ingatan yang tak tahan lama membuat mereka akan merasakan kebosanan dengan gaya normal. Ia menginginkan gaya yang serba kilat dan instan seperti yang ia lihat di dalam gadgetnya. 

Demikianlah adanya jika anak sudah menggila dengan gadget. Anda akan mengalami seperti orang tua lain yang telah terlambat mengetahui efek negatifnya. Maka ubahlah sikap mendidik anak dengan tidak memudahkan memberikan gadget kepada anak yang belum tumbuh dewasa. Ingatlah bahwa anak tumbuh dengan ulah tangan kita sendiri. Faktor keluarga yang sangat berpengaru dalam membina anak bangsa ini.

Sumber :
htps://lifestyle.kompas.com/read/2014/05/12/1640161/10.Alasan.Anak.Perlu.Lepas.dari.Gadget.
http://doktersehat.com/waspadai-dampak-internet-pada-anak/#ixzz59rdyDiWV

Thanks for reading & sharing Sajian Pendidikan Guru

Newest
You are reading the newest post

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa tinggalin komentar terbaik Anda^_^

iklan google

pencarian

  • ()
  • ()
Show more